JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat kecewa atas langkah pergantian manajemen yang dilakukan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). Menurutnya, perusahaan yang melantai ke bursa haruslah memiliki manajemen yang solid dan sustain.
"Sangat mengecewakan bursa, kita sangat merasa ini seperti main-main saja," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, usai acara Halal Bihalal Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (21/10/2009).
Menurutnya, pihak bursa juga telah melakukan hearing dengan emiten yang baru beberapa bulan melantai di BEI ini. Hal itu dilakukan untuk meminta penjelasan secara langsung.
Dia melanjutkan, pihaknya juga tidak bakal membatalkan hasil RUPSLB yang dilakukan perseroan karena memang tidak mempunyai wewenang itu. Bursa pun masih mengkaji langkah apa yang bakal ditempuhnya.
"Kita sedang mengevaluasi langkah apa yang akan diambil," ucapnya.
Sementara terkait dengan penambahan sektor usaha, yang saat ini hendak merambah usaha pabrik pupuk dari sebelumnya pertambangan, Eddy memang terlihat sedikit tidak menerima hal tersebut. Pasalnya seharusnya hal tersebut tertulis jelas dalam prospektus sebelum IPO perusahaan.
Walau demikian, menurutnya hal tersebut bukanlah masalah. Sepanjang tidak mengubah core bisnisnya. "Perseroan harus dinamis, kalau perubahan itu dinamis. Kalau perubahan bisnis yang harus kita lihat apakah memberikan nilai tambah, dan tidak mengubah core bisnisnya itu tidak masalah," tukasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.