Getting time...

Laporan Keuangan Humpuss Disclaimer

Jum'at, 23 Oktober 2009 15:17 wib
Foto : Koran SI.
Foto : Koran SI.
JAKARTA - Auditor independen memberikan penilaian disclaimer terhadap laporan keuangan konsolidasi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) per 30 Juni 2009. Sejumlah sengketa hukum yang terjadi pada anak usaha perseroan menjadi penyebab penilaian discaimer tersebut.
 
"Ada beberapa perjanjian yang hingga saat ini masih terkait sengketa hukum dimana penyelesaiannya disepakati melalui arbitrase," kata Direktur Utama HITS Antonius Widyatma Sumarlin di Jakarta, Jumat (23/10/2009).
 
Dia mengatakan, perjanjian tersebut terjadi di tiga anak usaha perseroan yang berkedudukan di luar negeri. Pertama adalah perjanjian bareboat charter antara anak usaha perseroan yaitu Heritage Maritime Ltd SA (HML) dengan Parbulk II AS pada 2007 untuk menyewa kapal MV Mahakam dengan tarif USD38.500 per hari.

Kedua adalah perjanjian bareboat charter antara anak usaha perseroan Genunine Maritime Ltd SA (GML) dengan Hanjin Iverseas Bulk Limited tahun 2008. Dalam perjanjian tersebut GML diharuskan membeli MV Barito senilai USD25 juta.

Ketiga adalah perjanjian antara Humpuss Sea Transport Pte. Ltd dengan Sandigan Ship Service Inc tahun 2008, dan perjanjian Time Charter Parties pada 2007 dan 2008. "Menanggapai sengketa hukum tersebut, HITS bersama anak usaha telah menyiapkan sekaligus melakukan pembelaan hukum," kata Antonius.
 
Menurut Antonius, sampai laporan auditor independen ini dilakukan, sengketa hukum masih dalam proses arbitrase sehingga belum memiliki keputusan tetap. Kondisi ini mengakibatkan ketidakpastian atas pemulihan aset dan kewajiban tambahan serta kerugian yang mungkin terjadi sebagai akibat sengketa hukum tersebut, sehingga HITS tidak dapat menentukan hasil dari ketidakpastian tersebut. "Oleh karena itu auditor independen memberikan disclaimer," katanya.
 
Hingga semester I-2009, laba bersih HITS turun tajam 949 persen menjadi Rp5,058 miliar dibandingkan per 30 Juni 2008 sebesar Rp100,750 miliar. Turunnya laba bersih dipicu penurunan laba usaha yang cukup signifikan sebesar 992 persen menjadi Rp5,823 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp114,697 miliar. Hal ini diakibatkan beban bunga yang naik menjadi minus Rp59,001 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang merugi Rp27,180 miliar.
 
Meski demikian pendapatan usaha naik 33,5 persen menjadi Rp579,363 miliar dibandingkan periode yang smaa tahun 2008 sebesar Rp433,764 miiar. Sementara ekuitas naik mencapai Rp1,466 triliun dibandingkanperiod eyang sama tahun 2008 sebesar Rp1,434 triliun. (Whisnu Bagus /Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit