Getting time...

Dana Revitalisasi Industri Tak Berguna Banyak

Eko Haryanto - Okezone
Senin, 26 Oktober 2009 12:46 wib
JAKARTA - Dana Rp350 miliar yang rencananya digelontorkan pemerintah untuk revitalisasi industri pada 2010 mendatang dinilai tidak dapat berguna banyak.

"Paling bangun jalan tol cuma dapat beberapa kilometer saja," ujar ekonom Faisal Basri seusai rapat untuk acara National Summit, di Gedung Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/10/2009).

Revitalisasi industri harusnya digunakan untuk para pelaku usaha yang memang perlu dibantu. Dia mengatakan bahwa dari hal tersebut ada affirmative action. Sedangkan untuk para pelaku usaha besar diberikan kemudahan untuk bisa mengakses perbankan dengan baik. Karena menurutnya saat ini kredit untuk industri yang berasal dari bank hanya sekira 14 persen, sedangkan dulu bisa mencapai 40 persen.

Ini harus dimaksimalkan kembali agar pertumbuhan industri bisa meningkat. Selama ini, bank tidak mengeluarkan kredit untuk industri karena bunganya yang selalu tinggi. Ini akibat dari tidak konsistennya kebijakan pemerintah dalam hal moneter yang menginginkan kelonggaran, namun pada praktiknya kebijakan moneter justru ketat. "Itu mengakibatkan bunganya jadi tinggi, makanya bank tidak menawarkan kredit," jelasnya.

Revitalisasi industri sendiri menurutnya bukan hanya permasalahan di hilir saja, tapi juga pada industri di bagian hulu. Contohnya, untuk industri automotif justru PT Krakatau Steel tidak bisa menghasilkan bahan baku baja atau steel aloy untuk digunakan oleh industri automotif. Hal ini yang mengakibatkan selama ini nilai ekspor Indonesia juga tinggi.  (ade)
TWITTER »
twit