Getting time...

Krisis, McDonald Tutup Unit Bisnis di Islandia

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Selasa, 27 Oktober 2009 10:32 wib
McDonald. Foto: Corbis
McDonald. Foto: Corbis
REYKJAVIK - McDonald's Corp akan menutup ranah bisnisnya di Islandia. Ini dikarenakan harga yang dipatok terlalu mahal bagi waralaba untuk beroperasi setelah krisis keuangan melanda negara itu.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/10/2009), perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia ini mengungkapkan bahwa ketiga restoran di Islandia yang dioperasikan oleh pemegang waralaba Jon Ogmundsson, akan berhenti beroperasi pada tengah malam pada 31 Oktober.

Ogmundsson telah menjalankan restoran McDonald's sejak 2004. Seperti dikatakannya pada Reuters, keputusan untuk menutup restoran ini utamanya disebabkan oleh depresiasi parah dari nilai mata uang Icelandic krona dan pajak yang tinggi pada bahan pangan impor.

Sebaliknya, dia akan meluncurkan jaringan burger baru di tiga lokasi dengan makanan yang bersumber secara lokal dengan nama Metro.

"Saya sudah menjual lebih banyak hamburger dalam beberapa bulan terakhir daripada sebelumnya, tetapi biayanya mahal. Ini hanya tidak masuk akal. Untuk satu kilo bawang yang diimpor dari Jerman, saya membayarnya setara dengan sebotol wiski yang baik," ungkap Ogmundsson.

Seperti diketahui, bank-bank di Islandia ambruk gara-gara krisis kredit global, dan mau tak mau menghancurkan perekonomian negara itu dan tergantung pada bantuan stimulus USD10 miliar yang dipimpin oleh International Monetary Fund.

Selain itu, Ogmundsson mengatakan biaya bahan baku makanan yang digunakan di McDonald's meningkat dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir. Dia pun sedikit berharap perekonomian Islandia akan cukup membaik sehingga dapat membuat bisnis menjadi layak.

Adapun pihak McDonald's Eropa dalam pernyataannya bahwa tidak akan mencari pewaralaba baru di Islandia, karena keadaan ekonomi dan kompleksitas dalam melakukan bisnis di sana.  (ade)
TWITTER »
twit