Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

November 2009, Salim Ivomas Jajaki Surat Utang

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2009 |13:40 WIB
November 2009, Salim Ivomas Jajaki Surat Utang
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Salim Ivomas Pratama (PT SIMP), perusahaan yang 90 persen sahamnya dimiliki IndoAgri, perusahaan yang tercatat pada papan utama Bursa Efek Singapura, hari ini menyelenggarakan Due Diligence Meeting dan Public Expose sehubungan dengan rencana penerbitan obligasi berdenominasi rupiah dan sukuk ijarah dengan jangka waktu lima tahun, masing-masing dengan nilai Rp1 triliun dan Rp250 miliar.

Penawaran umum obligasi ini akan dilaksanakan pada pekan keempat November 2009, setelah memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia," kata Direktur dan Corporate Secretary INDF Werianty Setiawan, dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (28/10/2009).

Dana bersih yang diperoleh dari rencana penerbitan obligasi tersebut terutama akan digunakan untuk membiayai kembali pinjaman PT SIMP. Rencana penerbitan obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat idAA- dari perusahaan pemeringkat, yakni PT pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Perseroan pun telah menunjuk penjamin pelaksanaan emisi obligasi dan sukuk ijarah yaitu PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Kim Eng Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Osk Nusadana Securities Indonesia. Perseroan juga menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat obligasi dan sukuk ijarah ini.

Perseroan memperkirakan masa penawaran awal pada 28 Oktober hingga 11 November, perkiraan tanggal efektif pada 20 November, perkiraan masa penawaran 24-25 November, tanggal penjatahan pada 26 November, distribusi obligasi secara elektronik 1 Desember, dan tanggal pencatatan di BEI pada 2 Desember.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement