Timah. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mengakui adanya penurunan harga jual timah pada triwulan III ini menjadi sekira USD12 ribu per ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD18 ribu per ton.
"Harga timah baik. Cuma dibanding tahun lalu, ya jauh. Karena harga jualnya masih di bawah. Tahun lalu rata-rata USD18 ribu per ton. Kalau sekarang dirata-ratakan USD12 ribu per ton. Untuk triwulan III, rata-rata USD13 ribu-USD14 ribu, jadi harganya turun dari USD18 ribu ke USD13 ribu," ungkap Direktur Utama PT Timah Wachid Usman, di National Summit, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Kendati demikian, dia mengakui apabila permintaan akan timah tidak masalah. Ini dikarenakan perseroan mempunyai pelanggan tetap yang merupakan pengguna timah, seperti pabrik tin plate dan pabrik elektronika.
Di samping itu, perseroan optimistis bila ekonomi sudah mulai membaik. Maka dari itu pihaknya menargetkan penjualan timah sekira 45 ribu-46 ribu ton. "Volume kalau kembali ke tambang sebelumnya bisa 50 ribuan. Lumayan bisa tumbuh 10 persen tahun depan," katanya.
Dia pun mengungkapkan bahwa kebutuhan timah seluruh dunia saat ini sebesar 200 ribu per ton. Perseroan pun memproduksi timah sebesar 10 ribu per ton. "Sehingga potensi kita cukup besar," pungkasnya. (ade)