Getting time...

Laba Bersih Aneka Tambang Turun 82%

Candra Setya Santoso - Okezone
Minggu, 1 November 2009 08:48 wib
Foto: Majalah Tambang
Foto: Majalah Tambang
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penurunan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2009 mencapai 82 persen menjadi Rp292,66 miliar, bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,62 triliun.

Turunnya laba bersih ini selain disebabkan volume dan harga jual yang turun, juga disebabkan oleh adanya rugi kurs sebagai akibat dari depresiasi nilai Dolar Amerika terhadap Rupiah.

"Kinerja keuangan sembilan bulan pertama 2009 masih merefleksikan penurunan volume penjualan dan harga nikel akibat krisis ekonomi global. Namun dengan kondisi harga jual dan permintaan komoditas nikel yang telah mulai membaik sejak awal semester II tahun ini dan diharapkan dapat terus berlanjut. Kami siap untuk memanfaatkan momentum ini dengan selesainya optimasi pabrik FeNi III yang telah mulai beroperasi sejak pertengahan bulan September 2009," ungkap Direktur Utama ANTM Alwin Syah Loebis, dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Minggu (1/11/2009).

Momentum kenaikan harga emas juga akan dapat dimanfaatkan dengan mulai beroperasinya tambang emas Cibaliung mulai semester II-2010. Dari sisi proyek-proyek pertumbuhan. Perseroan terus berfokus untuk penyelesaian proyek Tayan, proyek PLTU Pomalaa serta berinvestasi dalam inisiatifinisiatif akuisisi. "Saat ini kami memiliki jumlah kas yang cukup besar sehingga struktur finansial perusahaan cukup kuat," katanya.

Sementara itu, nilai penjualan Antam pada sembilan bulan pertama tahun 2009 turun 17 persen menjadi Rp6,268 triliun dibandingkan Rp7,576 triliun pada periode sebelumnya. Kontributor terbesar penjualan berasal dari komoditas emas dengan kontribusi 54 persen, disusul feronikel dengan kontribusi 22 persen dan bijih nikel dengan kontribusi 19 persen.

Sekitar 65 persen penjualan Antam berasal dari pasar ekspor, dan seluruhnya berdenominasi dolar Amerika. Peningkatan pangsa pasar domestik terhadap penjualan disebabkan oleh meningkatnya penjualan emas akibat kegiatan trading. Dari total penjualan emas Antam, 58 persen berasal dari pasar domestik.

Komoditas emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan nilai penjualan komoditas ini naik 93 persen menjadi Rp3,383 triliun menyusul kenaikan volume penjualan dari kegiatan trading dan harga jual. Antam memproduksi 1.945 kg emas (ekuivalen dengan 62.533 oz) dan menjual 10.065 kg (ekuivalen dengan 323.597 oz) pada semebilan bulan pertama tahun 2009. (css)
TWITTER »
twit