Foto: Koran SI
JAKARTA - PT CIMB Securities Indonesia memberikan rating terhadap tiga perusahaan kelas kakap yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dinaikkan rating menjadi outperform, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dipertahankan menjadi outperform, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga dipertahankan menjadi underperform.
"Kami menaikan rating Astra International dari neutral menjadi outperform dengan target di tahun 2010 sebesar Rp39.300 dari level Rp36.800 sebelumnya," ungkap Retail Research Analis PT CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, dalam buletin CIMB iTrader yang diterima okezone, di Jakarta, Senin (2/11/2009).
Result kinerja keuangan kuartal III-2009 lebih tinggi delapan persen dan lima persen dari angka kami dan consensus karena resilience (ketahanan) sektor automotif dan alat berat di saat krisis. "Kami juga menaikan earning 7-13 persen untuk margin sepeda motor," katanya.
Selain itu, perusahaan sekuritas asing mempertahankan rating PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada outperform dengan target harga Rp9.600, meskipun melihat laba bersih inti selama sembilan bulan pertama 2009 di bawah ekspektasi perusahaan dan konsensus sebanyak 11 persen dan tiga persen, walaupun secara operasional masih sesuai ekspektasi.
"Kekecewaan datang dari pajak yang lebih tinggi. TLKM akan mengadakan conference call pada 4 November nanti, dan hingga saat ini masih menjadi top pick di sektor telekomunikasi karena pertumbuhan operasi yang stabil dan resiko industri yang rendah," ungkap Mastono.
CIMB juga mempertahankan rating Bank Central Asia pada underperform dengan target harga tetap di Rp4.700 sesuai dengan metode DDM dengan discount rate 15,8 persen. Result sembilan bulan pertama sesuai ekspektasi perusahaan.
"Kami menaikan estimasi kuartal III-2009 sebanyak lima persen karena non recurring gain, dengan kenaikan kredit lima persen (quarter to quarter/qoq), setelah dua kuartal berturut turut mengalami kontraksi kredit. Namun demikian kami melihat sedikitnya katalis untuk BBCA dan valuasinya paling mahal di sektor perbankan Indonesia, sehingga sulit untuk outperform market," ungkapnya. (css)