Getting time...

PU Bangun 500 Ribu Ha Irigasi Baru

Senin, 2 November 2009 07:14 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Departemen Pekerjaan Umum (PU) akan membuat jaringan irigasi baru seluas 500 ribu hektare (ha) pada periode 2010-2014.

Saat ini,Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) PU tengah menyeleksi (screening) daerah-daerah yang dinilai dapat dibangun jaringan irigasi. "Tidak semua wilayah yang ada di Indonesia dapat dibangun jaringan irigasi baru, untuk itu akan diadakan pengecekan terlebih dahulu ke berbagai daerah dan itu memerlukan kerja keras semua pihak terutama balai dan dinas," kata Dirjen SDA PU Iwan Nursyirwan di Jakarta baru-baru ini. Dirjen SDA mengharapkan, ada pembangunan irigasi baru di luar Jawa pada tahun mendatang sehingga dapat bermanfaat bagi penduduk di sekitarnya,utamanya pendukung program ketahanan pangan.

Sementara, Jawa akan lebih difokuskan pada rehabilitasi jaringan irigasi yang kondisinya rusak atau belum optimal. Tercatat, hingga tahun 2008, terbangun sekitar 453.979 ha irigasi dan tahun 2009 ditargetkan mendapat tambahan perbaikan 67.640 ha jaringan irigasi. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi 1.321.901 ha jaringan irigasi rusak dan beroperasi, serta pemeliharaan 2.039.336 ha. Selain itu, untuk menjaga kelestarian dan ketersediaan air dibangun pula 330 embung dan beberapa waduk.

Misalnya,Waduk Ponre-ponre di Sulawesi Selatan, Waduk Lodan di Kota Semarang, Waduk Kedung Brubus di Madiun, Waduk Keuliling di Aceh,Waduk Binalatung di Kalimantan Timur, Waduk Nipah di Jawa Timur, dan Waduk Telaga Tunjung di Bali. Sementara rehabilitasi embung akan dilakukan pada Tambak Boyo di Sleman, Bendung Wai Geren di Maluku, Bendung Sangkub Sulawesi Utara, Bendung Kali Bumi di Nabire,Papua,Embung Pakel di Gunungkidul di Yogyakarta,Bendung Sapon di Kabupaten Kulon Progo.

Pemerintah juga melakukan pembangunan pengendali banjir sepanjang 991 km di berbagai daerah. Dia menjelaskan, Banjir Kanal Barat dan Kanal Timur, Jakarta; pengendali banjir Kota Medan; pengendali banjir Sungai Bone, Gorontalo; pengendali banjir Sungai Waisai, Papua Barat; perkuatan tebing di Palu Barat dan Kota Palu.  (Arif Dwi Cahyono/Koran SI/css)
TWITTER »
twit