Sri Mulyani: Proyeksi IMF tentang Ekonomi RI Terlalu Rendah

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 3 November 2009 10:20 wib
Foto : Koran SI.
Foto : Koran SI.
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan jika angka pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF) sebesar 4,8 persen untuk tahun depan terlalu rendah.
 
"Angka 4,8 persen itu terlalu rendah," katanya usai menghadiri rakor di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2009).

Dia melanjutkan, jika pada tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sebesar 5,5 persen, yakni sesuai dengan yang tertera dalam APBN. Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini, dia menuturkan akan sebesar 4,3 persen. "Masih akan sesuai APBN," ucapnya.
 
Sedikit ketus, Menkeu juga akan mengatakan jika prediksi IMF atas Indonesia selalu salah selama ini. "IMF kan salah terus," ucapnya sambil masuk ke mobil.

Pemulihan ekonomi nasional dari dampak krisis keuangan global diyakini akan berjalan lebih cepat. Selain didukung pemulihan secara global, Indonesia pun telah terbukti lebih tahan krisis.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) bahkan menilai Indonesia akan menjadi salah satu negara yang paling cepat melakukan pemulihan ekonomi dibanding negara-negara tetangganya.

Tahun ini misalnya, IMF memproyeksikan perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh positif empat, jauh lebih baik ketimbang sejumlah negara lainnya di kawasan ASEAN yang negatif seperti Singapura dan Malaysia. Tren pertumbuhan positif itu diestimasi terus menguat pada tahun depan, yakni bisa sampai 4,8 persen, naik dari proyeksi IMF sebelumnya sebesar 4,5 persen.

"Prospeknya sangat positif. Indonesia menjadi salah satu negara terbaik dalam menghadapi krisis saat ini. Karena itu, kami perkirakan growth perekonomiannya bisa sampai 4,8 persen dengan potensi upside yang cukup terbuka," ujar Senior Resident Representative Jakarta Office IMF Milan Zavadjil pada paparan Asia-Pacific regional Economic Outlook Developments, Prospects and Risks' di Gedung IMF Jakarta. Namun, untuk itu otoritas ekonomi domestik diharapkan bisa memaksimalkan ruang pemulihan yang tersedia. (rhs)
  • oktana » 0 Tanggapan
    kenapa pengeluaran anggaran indonesia tidak sampai rakyat....katanya anggaran pendidikan dialokasikan 20% dari alokasi APBN....memang tidak ada survey apa?buat anggaran segitu banyak?sekarang t mau pamerintah gimana?teliti dung?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • AA » 0 Tanggapan
    IMF salah terus memprediksi perekonomian Indonesia wajar toh, kan singkatan IMF = Ih Mulai Fikun.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fitriyadi » 0 Tanggapan
    Nasionalisme harus terus di tingkatkan. Maju terus Bu Sri, Kami mendukung sepenuhnya. Jangan seperti kebanyakan komponen bangsa ini yang terus saling serang dengan gayung yang dipegang masing-masing. Lah, kapan Kapal Besar bernama Indonesia ini mau melaju....UUU
    Beri Tanggapan Laporkan
  • diant » 0 Tanggapan
    Indonesia harus selalu optimis dalam segala hal, jangan ketinggalan sama tetangga mereka jalan kita harus lari
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit