Logo HSBC di Hong Kong. Foto: AFP
LONDON - Perbankan raksasa, HSBC, akan memberhentikan lebih dari 1.700 pekerjanya untuk divisi perbankan ritel di Inggris. Dalam pernyataannya, PHK akan terjadi selama 12 bulan ke depan.
Langkah pahit ini ditempuh karena pemerintah Inggris mengumumkan adanya goncangan dari sektor perbankan, dan sehari sebelumnya Inggris dikejutkan dengan keputusan Royal Bank of Scotland (RBS) yang akan memangkas sekira 3.700 pekerja untuk operasi ritel di Inggris.
"Keputusan-keputusan yang berdampak ke orang lain memang selalu sulit, tetapi restrukturisasi ini merupakan bagian penting dari perampingan bisnis kami dan kegiatan migrasi ke pusat-pusat keunggulan di seluruh negeri," tukas Chief Executive HSBC Inggris Paul Thurston, seperti dilansir dari AFP, Rabu (4/11/2009).
Saat ini HSBC mempekerjakan sekira 40 ribu orang di divisi perbankan ritel mereka di Inggris. Secara keseluruhan, grup ini mulai mengalihkan perhatiannya dari barat ke timur. Pada September, HSBC memindahkan chief executive-nya ke Hong Kong dari London.
Sekadar informasi, HSBC didirikan di Hong Kong dan Shanghai pada 1865, dan mempunyai kantor pusat di London yang diatur oleh Inggris Raya. CEO HSBC Michael Geoghegan berencana merelokasi kembali pengoperasian bank ini sebagai grup terbesar dan terpenting di suatu wilayah pada Februari. HSBC pun melirik peluang di pasar negara berkembang dan berencana untuk membuka cabang baru di China. (ade)