Foto: Koran SI.
JAKARTA - Kabar PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mendapatkan mandat untuk mengambil 14 persen saham divestasi Newmont Nusa Tenggara (NNT) diprediksi bakal menguatkan indeks saham.
Menurut PT CIMB-GK Securities Indonesia dalam CIMB Trader, hal tersebut akan membuat market rebound pada hari in. "Meskipun ada kemungkinan ditutup flat," katanya di Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Sebelumnya, pemerintah telah menegaskan menunjuk ANTM sebagai wakil pemerintah dalam pembelian 14 persen saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah divestasi 2008 dan 2009. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Menko Ekonomi Hatta Rajasa. "Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada ANTM, dan penyelesainnya mengikuti mekanisme business to business," kata Hatta.
ANTM akan berbagi jatah saham NNT dengan pemerintah daerah yang menggandeng PT Multicapital. Perusahaan ini terafiliasi dengan PT Bumi Resources Tbk dan tiga pemerintah daerah setempat membentuk kongsi bernama PT Multi Daerah Bersaing. Tetapi, minimal ANTM akan mendapat dua persen jatah saham divestasi NNT.
Sebagai langkah awal, ANTM akan menyiapkan dana dari kas internal untuk pendanaan akuisisi. Per September 2009, kas internal ANTM sebesar Rp3 triliun. ANTM juga akan mencari utang bank atau menerbitkan obligasi jika masih kurang.
Pada perdagangan saham pukul 10.12 waktu JATS, hari ini, saham ANTM menguat Rp125 menjadi Rp2.300 per saham.
Selain kabar dari ANTM, kabar dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang sedang roadshow emisi obligasi juga akan membuat pasar bergairah. Begitu juga dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menurunkan bunga KPR
BUMI pada perdagangan hari ini pukul 10.12 waktu JATS menguat sebanyak Rp100 menjadi Rp2.400 per saham. Sementara itu, BBCA menguat sebanyak Rp50 menjadi Rp4.600 per saham. (rhs)