Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Dua perusahaan asal Inggris berminat berinvestasi di sektor pembangkit listrik renewable energy. Kedua perusahaan tersebut adalah International Power dan Rolls Royce.
"International Power berminat berinvestasi di PLTU Pemalang, kapasitasnya 2x1.000 MW, Rolls Royce masih cari," ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Dikatakannya, dalam waktu dekat akan ada simposium kerja sama antara Inggris dan Indonesia untuk membahas masalah pembiayaan. Kedua perusahaan akan mencari pendanaan untuk menjalankan proyek tersebut. "Mereka sudah mendapatkan kemudahan financing dari bank-bank di Inggris," tambahnya.
Sebelumnya, International Power sudah berinvestasi sebesar USD1 miliar untuk pembangunan PLTU Paiton sebesar 800 MW dan sudah 50 persen berjalan. Sedangkan Rolls Royce juga sudah masuk ke PLTGU Tanjung Batu yang menggunakan teknologi turbin Rolls Royce. Investasi kedua perusahaan tersebut akan masuk dalam proyek 10 ribu MW tahap II.
Menteri ESDM Darwin Z Saleh menyatakan bahwa Inggris adalah salah satu partner terbesar yang berkomitmen dalam mengembangkan sektor energi. Namun, secara konkret dirinya belum bisa menjelaskan detail kerja sama antara kedua negara dalam bidang energi.
"Kita sepakat untuk mengembangkan bio energi, energi terbarukan, dan bersiap meninggalkan ketergantungan dari minyak bumi," ungkapnya seusai menerima Menteri Perdagangan, Investasi, dan Usaha Kecil Inggris Lord Davies of Abersoch, di kantornya. (ade)