Foto: Ade/okezone.com
JAKARTA - Presiden Direktur ToniJack's Didit Permana sepertinya tak ambil pusing mengenai permasalahan Mcdonald (McD) Amerika Serikat yang ingin menghentikan kegiatan operasional ToniJack's di Indonesia.
Bahkan, dirinya merasa tidak punya urusan sama sekali dengan pihak McD AS. Dia menilai, manajemen restoran cepat saji Negeri Paman Sam ini pun tidak berhak untuk mengganggu gugat perusahaannya saat ini.
"Enggak ada urusannya dengan saya. Mereka enggak punya hak (untuk menghentikan operasionalnya), karena kan bukan punya pak Bambang Racmadi lagi," tegas Didit, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Senin (9/11/2009).
Dia menambahkan bahwa pihaknya pun tidak akan melayangkan gugatan mengenai hal ini. Alasannya memang sudah tidak berurusan dengan Bambang maupun pihak McD AS.
Saat disinggung apakah dirinya akan menjelaskan perkara tersebut ke pihak McD AS, dia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak perlu dan cukup melalui media saja. "Enggak usah (menjelaskan ke McD AS), dari media sendiri kan sudah jelas," tukasnya.
Dihubungi terpisah, McD Indonesia melalui Communication McDonald's Indonesia Rini T Wardhani hanya berkata singkat mengomentari perseteruan antara kedua pemain restoran ayam goreng ini. Bahkan, Rini menyatakan bahwa hal ini bukanlah kewenangannya. "Itu mesti dikonfirmasi ke pihak AS-nya dan bukan kewenangan McD Indonesia," ucapnya.
Sekadar informasi, Mcdonald (McD) AS meminta agar restoran yang didirikan oleh mantan pemilik McD Indonesia Bambang N Rachmadi, yakni ToniJack's menghentikan kegiatan operasionalnya. McD AS mengirim surat resmi kepada Bambang pada 30 September lalu.
Bambang pun secara tegas mengabaikan permintaan tersebut. "Hal tersebut terjadi karena ketukan dari pihak McD terhadap ToniJack's yang diyakini mereka akan merebut konsumen dari McD," katanya saat bertemu wartawan akhir pekan lalu.
Dia menuturkan, ToniJack's telah dijual kepada Didit Permana yang saat ini menjabat sebagai direktur utama restoran cepat saji itu sebelum 30 September lalu, yakni saat tanggal habis masa beroperasi McD Indonesia yang dimiliki Bambang. Akan tetapi, McD terus mengirimkan surat hingga dua sampai tiga kali kepada Bambang.
"Permasalahan dengan pihak McD AS adalah tanggung jawab saya dan sama sekali tidak ada korelasinya dengan ToniJack's," kata Bambang.
Sementara itu, Didit menegaskan tuntutan McD salah alamat bila meminta Bambang untuk menutup ToniJack's. "Perlu kami tegaskan bahwa Bambang secara administratif maupun operasional tidak terdapat di dalamnya," jelas Didit. (ade)