o1 o2

Economy - Industri


Kehadiran Carrefour Pukul Pedagang Tradisional

Senin, 9 November 2009 - 15:02 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI

JAKARTA - Pendapatan pedagang tradisional menurun mencapai 50 persen bahkan lebih, akibat semakin gencarnya pembangunan ritel modern. Tak terkecuali dengan kehadiran peritel besar Carrefour yang pembangunannya selalu mengambil lokasi berdekatan dengan pasar tradisional.

"Bukan turun lagi tetapi sudah anjlok pendapatan kita. Dari yang biasanya bisa dapat Rp700 ribu hingga Rp1 juta per hari, sekarang hanya dapat Rp300 ribu-400 ribu bahkan kurang," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Sekjen APPTI) Ngadiran, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (9/11/2009).

Selama ini, lokasi ritel modern seperti minimarket, supermarket, dan hipermarket kerap berdekatan dengan pasar tradisional. Menurutnya, pasar tradisional sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan mendapat pembinaan dari pemerintah kolonialisme itu.

Sebagai informasi, dalam pasal 10 Perda No 2 Tahun 2002 disebutkan jarak sarana atau tempat usaha perpasaran swasta yang luas lantainya berkisar antara 2.000-4.000 meter persegi dan harus berdiri dengan radius 2-2,5 kilometer dari pasar lingkungan atau tradisional. Selain itu, pasar modern itu harus terletak di sisi jalan kolektor/arteri.

Contohnya, Carrefour Ambassador yang hanya berjarak kurang lebih 0,5 kilometer dari pasar karet Pedurenan dan 1,5 kilometer dari pasar Karbela. Kemudian, Alfa Kebayoran Lama yang zonasinya berdekatan dengan empat pasar tradisional, yaitu 1,5 kilometer dari pasar Palmerah, satu kilometer dari pasar Bata Putih, 0,5 kilometer dari pasar Kebayoran Lama dan satu Kilometer dari Pasar Cipulir.

"Pasar tradisional seharusnya dibenahi. Bukan dibongkar lalu dijadikan supermarket. Kalau pun dibangun gedung, pedagang hanya ditempatkan di basement," katanya.

Sistem itu sering membuat pendapatan pedagang menurun sehingga berjualan di depan gedung. Akhirnya, mereka pun dikejar-kejar petugas ketertiban karena berjualan di jalan. Menurutnya, pedagang seharusnya dibantu dengan kredit. Mereka tak akan lari karena kiosnya dijadikan agunan. Kemajuan pasar tradisional juga akan menyerap tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan asli daerah setempat. (css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4