Foto: Koran SI.
JAKARTA - Indonesia akan kembali berpartisipasi pada Pameran The 19th International Middle East Furniture, Interior Design and Shopfitting Exhibition (Index 2009), untuk keenam kalinya. Pemeran ini akan berlangsung pada 14-17 November 2009 di World Trade Center Dubai.
Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini merupakan komitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan pasar ke wilayah Timur Tengah dan Afrika serta dalam rangka diversifikasi pasar ekspor.
Seperti dikutip dalam keterangan tertulis kepada okezone, di Jakarta, Selasa (10/11/2009), Departemen Perdagangan melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) memberikan kesempatan kepada pengusaha furniture, interior serta handicraft untuk mengikuti pameran terbesar tahunan produk furniture dan interior ini.
Pameran Index tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-19 dan diikuti oleh lebih dari 1.750 peserta dari 57 negara dan 35 pavilion nasional dari negara masing-masing. Pavilion Indonesia menempati area Hall I Al Rashid, bersebelahan dengan Pavilion Malaysia dan Taiwan, yaitu seluas 489 m2 dari luas pameran 23.000 m2.
Partisipasi Indonesia pada indeks kali ini, akan memamerkan produk-produk furniture (outdoor, indoor, accesories dan handicraft) dari 20 perusahaan, yaitu PT Armindo Intercorp, PT Aneka Duta Kreasi, CV Beta Foam Industrial, PT Panel Indofurn (PIF), PT Funisia Perkasa, PT Kriya Nusantara Group, CV Karya Cipta Mandiri, PT Mitra Anugrah Gemilang, CV Mahkota Lestari Abadi, CV Pritada International, PT Tanamas Furniture Industria, CV Kriya Kertas, CV Studio Keramik, PT Hanung Crafts, PT Cococraft, PT De Bough, PT Azalea, PT Jaya Jati Vision, PT Chitose Indonesia MFG dan PT Hasil Saw Mill.
Dubai yang merupakan bagian dari Persatuan Emirate Arab (PEA) adalah pasar yang sangat potensial untuk produk furniture. Meskipun ada permasalahan terkait dengan sektor properti sebagai imbas krisis dunia yang mengakibatkan kurang diminatinya sektor jasa properti saat ini, namun sektor perdagangan furniture, interior serta handicraft masih tetap prospektif baik untuk pasar Dubai maupun negara-negara PEA lainnya.
?Dengan tampilnya Indonesia pada pameran INDEX 2009, diharapkan ekspor furniture dan interior design meraih transaksi yang meningkat dibanding tahun sebelumnya, sekaligus akan dapat memelihara serta meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia ke PEA dan kawasan Timur Tengah lainnya dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak baik ini,? Kata Kepala BPEN, Hesti Indah Kresnarini.
Pada 2008, furniture (HS 94) yang diekspor Indonesia ke PEA tercatat sebesar USD13,19 juta atau meningkat 42 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD9,3 juta.
Namun demikian, pangsa pasar ekspor furniture Indonesia tersebut masih rendah dibanding dengan pesaing kita dari ASEAN, seperti Malaysia dan Thailand. Adapun negara pemasok terbesar adalah RRT dengan total ekspor USD572,65 juta (pangsa pasar 35 persen), diikuti oleh Italia (pangsa 16 persen), Jerman (pangsa 7 persen), Amerika (pangsa 5 persen) dan Malaysia (pangsa 5 persen).
Pada penyelenggaraan INDEX 2008, nilai transaksi yang diperoleh pengusaha Indonesia mencapai USD1,8 juta atau setara dengan Rp18 miliar.
PEA merupakan pusat penyelenggara pameran berskala internasional dan pusat perdagangan di wilayah Timur Tengah dan Afrika dengan dukungan infrastruktur dan jasa transportasi yang modern. (rhs)