MEDAN - Kelangkaan minyak tanah terjadi di Medan, Sumatera Utara. Ratusan warga mengantre berjam-jam di salah satu pangkalan minyak tanah di Kelurahan Sei Mati, Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun, Selasa (10/11/2009).
"Kita antre dari pagi. Itu pun belum pasti dapat. Kalau mereka kenal, baru kita dikasih," ujar Heni, salah satu warga yang ikut mengantre.
Ratusan warga berbaris berjam-jam sejak pukul 09.00 WIB pagi. Mereka berasal dari dua kelurahan di sekitar kawasan tersebut. Ratusan jeriken minyak tanah tampak berjejer hingga ke pinggir jalan.
Bahkan hingga sore ini, masih banyak warga yang belum mendapatkann minyak tanah yang mereka butuhkan.
Menurut Heni, minyak tanah tersebut dijual seharga Rp3.500 per liter. Harga ini sedikit lebih murah dibandingkan dengan harga jual minyak tanah di warung-warung seharga Rp4 ribu per liter.
"Terpaksa kita antre bang, daripada gak dapat. Belum lagi sekarang sering mati lampu. Seharusnya pemerintah jangan hanya mengurus masalah korupsi saja. Lihat juga kami rakyat kecil ini," tambah Heni berharap.
Kelangkaan minyak tanah terjadi sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi subsidi bahan bakar itu. Pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas, dengan menyediakan elpiji murah bagi masyarakat. Namun masyarakat sendiri hingga saat ini masih lebih banyak menggunakan minyak tanah.
(Nurfajri Budi Nugroho)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.