Foto: Dok BTN.
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada semester I/2010.
Waktu tersebut dinilai paling tepat karena kondisi perekonomian yang membaik dan peluang untuk dilirik investor juga besar.
"Kami akan mendapatkan dana berlimpah pada tahun depan terutama kemungkinan pada semester I/2010 dari hasil IPO. Maklum kami juga berencana menerbitkan KIK EBA lagi pada semester II/2010," ungkap Direktur Utama BTN Iqbal Latanro selepas penerbitan kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) KPR BTN di Gedung Serbaguna BEI Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Sebelumnya, PT Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities diminta untuk membantu IPO PT Bank Tabungan Negara (BTN), meski bank itu telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities.
BTN telah menunjuk CIMB Securities dan Mandiri Sekuritas untuk menangani penawaran umum perdana 30 persen saham bank BUMN itu. Dalam IPO tersebut, CIMB Securities akan menjadi lead untuk menangani (IPO) 30 persen saham BTN.
Melalui IPO, BTN menargetkan bisa meraup dana dari IPO sebesar Rp2 triliun. Dana yang diperoleh dari pelepasan saham itu akan dipakai untuk memperkuat modal perseroan. BTN merupakan salah satu BUMN yang dinyatakan paling siap untuk melakukan IPO, di samping PT Pembangunan Perumahan (PP).
Selain menggelar proses IPO untuk meraup dana, BTN juga akan menghimpun dana dari penerbitan KIK EBA pada semester II/2009 sebesar maksimal Rp1 triliun. Tujuan penghimpunan dana tersebut adalah untuk memperbesar portofolio kredit tanpa menggerus rasio kecukupan modal (CAR). (Didik Purwanto/Koran SI/rhs)