Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Industri manufaktur diperkirakan dapat tumbuh 4,8 persen dalam lima tahun ke depan atau pada 2010-2014. Angka tersebut jauh lebih rendah dari proyeksi berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjangnya yang sebesar 7,5 persen.
"Skenario lebih optimistis berdasarkan kecenderungan yang terjadi belakangan memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur rata-rata 5,4 persen per tahun dengan pertumbuhan ekonomi 6,9 persen. Kadin menetapkan target pertumbuhan berdasarkan skenario optimistis tersebut," ujar Wakil Ketua Umum Kadin bidang distribusi logistik dan perdagangan Benny Soetrisno, saat RDPU dengan Komisi VI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Dikatakannya, selama periode 2010-2014, industri manufaktur nonmigas akan tumbuh semakin mendekati pertumbuhan PDB. Pertumbuhan industri manufaktur dipacu oleh pertumbuhan industri alat angkut, mesin, dan peralatannya, industri makanan dan minuman, industri pupuk dan industri tekstil dan produk tekstil.
"Manufaktur nonmigas ditargetkan berperan makin penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada 2010-2014 dan industri alat angkut, mesin dan peralatannya dan mamin tetap menjadi andalan pertumbuhan industri manufaktur nonmigas pada 2010-2014," pungkasnya.
Adapun tiga misi utama industri nasional pada road map 2015 adalah pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, peningkatan daya saing produk industri nasional, serta penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.
Untuk mewujudkan tiga misi utama industri nasional tersebut diperlukan tiga kebijakan strategis berupa restrukturisasi industri nasional (peremajaan mesin dan peralatan untk meningkatkan produktifitas), reorientasi kebijakan ekspor bahan mentah, dan integrasi pasar domestik untuk memperkuat basis industri nasional. (ade)