Getting time...

APEC Berkomitmen Amankan Pemulihan Ekonomi

Jum'at, 13 November 2009 09:58 wib
Foto: Dok Depdag.
Foto: Dok Depdag.
SINGAPURA - Negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) menyepakati sejumlah langkah dalam mengamankan arah pemulihan ekonomi.

Kesepakatan itu dilakukan mengingat kondisi pemulihan saat ini masih sangat rapuh sehingga dikhawatirkan akan mengalami kegagalan. "Kami melihat adanya arah pemulihan, tetapi masih tetap rapuh. Profil pertumbuhan negara-negara belum cukup merata,angka pengangguran juga masih tetap tinggi," sebut pernyataan bersama dari pertemuan menteri-menteri keuangan APEC (AFMM) ke-16 di Singapura. Kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan beberapa langkah pengamanan pemulihan.

Di antaranya melanjutkan kebijakan stimulus fiskal, reformasi struktural yang menghambat kegiatan ekonomi dalam satu kawasan, penguatan sistem keuangan regional, dan pembiayaan infrastruktur. Langkah-langkah pengamanan diharapkan bisa dilakukan dalam kerangka perdagangan bebas dan investasi terbuka.

Dari sisi kebijakan stimulus fiskal, APEC sepakat meneruskannya sebagai instrumen percepatan arah pemulihan krisis. Namun dasar pemberian stimulus tetap diarahkan dalam kadar terukur, efektif, serta terkonsolidasi sesuai kapasitas dan tekanan krisis yang dialami perekonomian negara masing-masing. Kesepakatan ini didasarkan pada masih tingginya angka pengangguran di sejumlah negara.

Adapun terkait reformasi struktural, negaranegara APEC sepakat merealisasikannya dengan memangkas berbagai kendala perekonomian kawasan, termasuk peningkatan dukungan pemerintah. Negara-negara APEC sepakat, reformasi struktural bisa meningkatkan fleksibilitas ekonomi, produksi,dan meningkatnya partisipasi swasta. Selain itu, disepakati pula pengetatan pengawasan pada sektor keuangan.

Hal ini untuk mencegah munculnya risiko negatif kredit dan kekurangan likuiditas yang bisa memicu krisis finansial lanjutan. "Tapi kami juga akan tetap menghargai inovasi sistem keuangan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi pasar," tambahnya. Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam menambahkan, fokus kebijakan yang perlu ditempuh APEC saat ini adalah mengembalikan dan mempertahankan permintaan.

Selain itu menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pascakrisis. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Asia harus makin cermat dalam merealisasikan belanja fiskalnya ke depan.Selain bertujuan menjaga konsumsi tetap berjalan,negara-negara di kawasan ini juga bisa tetap memiliki cadangan dana memadai (saving).

Sri Mulyani mengatakan,sikap cermat Asia dalam merealisasikan kebijakan fiskal diperlukan mengingat dorongan ekonomi global tak lagi bisa ditopang konsumsi pasar ekspor Amerika Serikat (AS), melainkan oleh kegiatan ekonomi yang dilakukan Asia sendiri.

"Konsumsi mereka akan turun sesuai komitmen negaranya untuk memperbanyak saving dibandingkan konsumsi mengingat besarnya pembayaran defisit yang harus mereka tanggung ke depan," ungkapnya. Poin lain yang diumumkan para menteri APEC adalah kesepakatan untuk memberlakukan tingkat suku bunga berdasarkan orientasi pasar. Poin ini menyusul adanya kritikan terhadap nilai tukar mata uang China yang dibuat tetap.

Hubungan RI-Singapura


Sementara itu,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan kemarin tiba di Bandara Changi Singapura pukul 15.10 waktu setempat.Kedatangan Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan disambut Dubes RI untuk Singapura Wardana. Presiden SBY kemarin melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Singapura SR Nathan.

Setelah itu Presiden memimpin delegasi Indonesia melakukan pertemuan dwipihak dengan PM Singapura Lee Hsien Loong. Presiden juga menerima kunjungan Menteri Mentor Lee Kuan Yew. PM Lee Hsien Loong mengungkapkan, Singapura dan Indonesia akan menggelar pertemuan dalam enam bulan mendatang untuk mengkaji hubungan bilateral. Dia mengatakan, hubungan kedua negara selama lima tahun terakhir cukup bagus.

"Singapura dan Indonesia bekerja sama dalam beberapa bidang, termasuk memerangi terorisme, menjawab tantangan lingkungan, dan mencegah penyebaran penyakit menular," ujar PM Lee sebagaimana dikutip Channel News Asia. Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk Singapura dengan mengingatkan bahwa kedua pihak saling terkait baik secara ekonomi,budaya maupun sosial.

Di sisi lain, para kepala negara dan pemerintahan anggota APEC kemarin mulai tiba di Singapura. Para pemimpin ekonomi dari 21 negara anggota APEC akan melakukan pertemuan tingkat tinggi di Singapura,13?15 November 2009. (CNA/alvin)

Laporan Wartawan SI
Zaenal Muttaqin
SINGAPURA
(Koran SI/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit