Getting time...

APEC Sepakat Tempuh Strategi Baru

Senin, 16 November 2009 06:42 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
SINGAPURA - Forum kerja sama negara-negara kawasan Asia Pasifik (APEC) berkomitmen mendorong strategi baru pertumbuhan sehingga bisa menjamin arah pemulihan ekonomi global.

Para pemimpin negara APEC menilai, perekonomian global berangsur pulih.Namun,masih rapuh. "Untuk itu, kita tak bisa mengandalkan pertumbuhan seperti biasa dalam merealisasikannya,kita memerlukan model baru pertumbuhan, termasuk dalam menghadapi tantangan perekonomian global selanjutnya," sebut pernyataan bersama 21 pemimpin negara APEC yang dibacakan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura kemarin.

Model baru pertumbuhan itu, yaitu pertumbuhan ekonomi yang seimbang (balanced), inklusif (inclusive), dan berkelanjutan (sustainable). Model ini sesuai dengan pemulihan ekonomi global yang direkomendasikan oleh negara-negara anggota G-20. Dalam merealisasikan pertumbuhan global yang seimbang, negara-negara APEC berkomitmen melakukan reformasi struktural sehingga dapat mengurangi ketidakseimbangan perekonomian kawasan dan mendorong munculnya potensi perekonomian yang lebih baik.

Terkait ini, negara-negara APEC berkomitmen merealisasikan kebijakan fiskal,moneter, perdagangan, dan reformasi struktural yangkonsisten.Keterlibatanswasta, pertumbuhan investasi, pembangunan pasar keuangan yang stabil, dan kerja sama dengan lembagalembaga keuangan internasional dan bank-bank pembangunan multilateral juga akan ditingkatkan. Dalam pertumbuhan yang inklusif, negara-negara APEC sepakat meningkatkan akses masyarakat atas berbagai manfaat ekonomi dan memberi proteksi masyarakat lemah dari gejolak ekonomi.

Termasuk di dalamnya pemberian akses dan kredit bagi kelompok usaha kecil dan menengah, serta peningkatan kualitas tenaga kerja. Adapun dalam hal pertumbuhan berkelanjutan, negara-negara APEC sepakat mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan bekerja keras merealisasikan pertemuan ketahanan iklim di Copenhagen, Denmark,Desember mendatang.

Tolak Proteksionisme


Negara-negara APEC juga sepakat mempercepat integrasi ekonomi kawasan melalui kebijakan perdagangan bebas dan investasi terbuka melalui implementasi liberalisasi pasar, mengembangkan iklim bisnis, dan konektivitas pasokan antarkawasan. Terkait liberalisasi pasar, APEC dalam waktu dekat sepakat menuntaskan negosiasi Putaraan Doha pada 2010.

Termasuk juga menolak segala bentuk proteksionisme dan beragam hambatan, baik tarif maupun nontarif. Selain itu,APEC berkomitmen mendorong forum-forum perdagangan bebas antar kawasan (building block). Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhir pekan lalu mendesak para pemimpin Asia mengkaji kembali kebijakan ekonomi berorientasi ekspor mereka dan melakukan penyeimbangan pertumbuhan global. "Kita tidak bisa meneruskan kebijakan yang sama yang telah mendorong pertumbuhan yang tidak seimbang.

Jika kita melakukannya, kita akan menghadapi krisis demi krisis, jalan gagal yang telah menghancurkan warga negara kita, bisnis kita, dan pemerintah kita," kata Obama.  (Zaenal Muttaqin /Koran SI/css)
TWITTER »
twit