JAKARTA - Kusutnya kasus Bibit-Chandra masih akan menjadi perhatian pelaku pasar. Kasus hukum yang menjadi salah satu faktor penentu bagi investor ini pun membayangi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Walau demikian, menurut analis pasar modal dari BNI Securities Muhammad Al Fatih, setelah menembus batas resistancenya di 2.370 beberapa waktu lalu, IHSG diproyeksikan akan melanjutkan penguatannya. Hanya saja, akan sedikit terganjal dengan adanya kasus Bibit-Chandra.
"Karena investor asing itu menginginkan adanya kepastian hukum. Dengan adanya kasus tersebut, kemungkinan terjadinya ketidakpastian hukum dan masalah berkepanjangan sangat mungkin terjadi," jelasnya di Jakarta, Senin (16/11/2009).
Padahal, indeks sudah mengalami dorongan yang positif. Baik itu dari dalam maupun luar negeri. Di mana fundamental perekonomian saat ini cukup baik. Ternyata, hal ini tidak selamanya berdmapak positif, akibatnya indekspun terancam aksi profit taking jika menguat terlampau jauh.
Menurutnya, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada dalam kisaran support resistance di level 2.370-2.450. Akan tetapi, jika level 2.450 terlewati, maka level resistance selanjutnya akan terbuka di 2.480.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (13/11/2009) ini ditutup naik tipis sebanyak 4,34 poin atau 0,18 persen ke posisi 2.424,62. Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 1,36001 ke posisi 396,72 dan indeks LQ45 naik 1,13 poin ke posisi 478.09.
Di mana volume perdagangan tercatat 2,468 miliar lembar saham senilai Rp2,363 triliun. Saham yang ditutup menguat sebanyak 87 jenis sahan, melemah 90 jenis saham dan stagnan 64 jenis saham.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.