>

2010, Pengangguran di Jabar Diprediksi Melonjak

Senin, 16 November 2009 - 18:10 wib | Gin Gin Tigin Ginulur - Okezone

Pencari Kerja. Foto: Heru Haryono/Okezone.com

2010, Pengangguran di Jabar Diprediksi Melonjak
BANDUNG - Jumlah pengangguran di Jawa Barat diprediksikan meningkat di 2010. Untuk itu, investasi di sektor padat karya, perlu segera direalisasikan untuk menekan angka pengangguran tersebut.

Ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Acuviarta Kartabi mengatakan, jumlah pengangguran Jabar per Februari 2009 masih sekira 2,26 juta jiwa atau sekira 7,54 persen dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas).

Bila dilihat dari data 2003-2008, rata-rata realisasi total investasi (PMA dan PMDN) di Jabar sebesar Rp21,8 triliun per tahun dengan rata-rata penyerapan tenaga kerja sebanyak 82 ribu orang per tahun.

"Jika pemerintah ingin menurunkan jumlah pengangguran saat ini sebanyak 2,26 juta orang, katakanlah ke level enam persen atau dengan tingkat pengangguran menjadi 1,8 juta jiwa, saya kira dibutuhkan investasi yang besar agar dapat menurunkan pengangguran sekira 460 ribu jiwa tersebut," jelasnya, di Bandung, Senin (16/11/2009).

Menurut Acuviarta, pemerintah perlu memperhatikan kondisi saat ini. Karena, realisasi investasi lebih banyak masuk ke sektor-sektor padat modal, dan bisa berdampak pada minimnya kemampuan peningkatan investasi dalam mendorong pengurangan tingkat pengangguran.

Dia mengatakan, untuk menekan angka pengangguran tersebut, Pemprov Jabar harus mampu menyerap reallisasi investasi sekira Rp24,26 triliun. Kenaikan investasi tersebut bisa menekan angka pengangguran ke tingkat enam persen atau sekira 1,8 juta jiwa.

"Di sisi lain, tampaknya kita juga perlu memperhatikan kondisi saat ini di mana realisasi investasi lebih banyak masuk ke sektor padat modal yang berdampak pada minimnya kemampuan peningkatan investasi dalam mendorong pengurangan tingkat pengangguran," terang Acuvarta.
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sekolah Penerbangan Tak Miliki Pesawat karena Pajak Mahal