Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pemerintah tidak mempermasalahkan berapa porsi saham yang diminta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam pembagian porsi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) periode 2008-2009.
"Jangan terlalu detail lah. Saya tidak ngomong saham-menyaham terkait Newmont," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, saat ditemui wartawan, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
Dijelaskannya, bahwa penyelesaian divestasi saham Newmont akan selesai pada 23 November mendatang. Sebagai mana diketahui, bahwa proses penyelesaian divestasi saham NNT ini terus-menerus molor sejak keputusan awal arbitrase selama 180 hari terhitung sejak 31 Maret 2009 atau jatuh tempo tanggal 27 September 2009.
"Tadinya deadline tanggal 12 diundur hingga tanggal 23. Tentunya ruang itu akan digunakan untuk mengajak kembali pemda dan antam duduk sama-sama membicarakan business to business untuk cari solusi terbaik," katanya.
Peluang bagi ANTM dan Pemda NTB untuk kembali berunding, membahas divestasi Newmont masih terbuka. "Karena Menneg BUMN kan bersikukuh agar Antam ikut, tetapi Antam menginginkan skema yang lain dan belum bertemu dengan pemda. Oleh sebab itu kita meminta agar ketemulah sampai Rabu ini. Ya seminggu ini lah ya," pungkasnya.
Sebelumnya, Grup Bakrie melalui anak usahanya, PT Multicapital, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) NTB dimungkinkan menguasai pembelian divestasi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara periode 2008-2009 senilai USD493,6 juta, tanpa melibatkan ANTM.
Pemerintah pusat telah menunjuk ANTM sebagai mitra ketiga Pemda NTB, yaitu Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, dan Pemkab Sumbawa dalam pembelian saham milik Newmont Indonesia Ltd (NIL) dan Nusa Tenggara Minning Corp (NTMC) di NNT. Jual beli saham divestasi periode 2006-2009 itu harus rampung seluruhnya.
Pemerintah NTB dalam surat bernomor 575/581/UM tertanggal 9 November 2009 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta pemerintah pusat agar diperbolehkan menuntaskan jual beli 14 persen saham NNT periode 2008-2009 senilai USD493,6 juta tanpa melibatkan ANTM. (css) (ade)