Logo ADB, Corbis
JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) mengucurkan pinjaman senilai USD400 juta atau sekitar Rp4 triliun untuk mendanai sejumlah proyek swasta di dalam negeri.
Persetujuan tersebut ditandatangani Dewan Direksi ADB pada 13 November lalu. Data ADB yang dikutip Seputar Indonesia menyebutkan, sektor swasta yang mendapatkan pinjaman adalah PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan proyek pengembang LNG Tangguh. Masing-masing mendapat USD50 juta (Rp455 miliar-500 miliar) dan USD350 juta (Rp3,5 triliun). Menurut data tersebut, dana pinjaman USD50 juta akan digunakan PT Palyja untuk memenuhi kebutuhan modal belanja selama 2008-2012.
Penambahan belanja modal diharapkan dapat mendukung ekspansinya meningkatkan produksi dan pasokan air di wilayah Jakarta Barat. "Dengan fokus pada pertumbuhan jumlah pelanggan rumah tangga berpenghasilan rendah serta membantu memenuhi target MDGs dalam segmen suplai air. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keterjangkauan tarif air di Jakarta," demikian data ADB sebagaimana dikutip kemarin. ADB menyetujui pendanaan proyek ini karena dinilai sejalan dengan strategi ADB di bidang ketersediaan air bagi seluruh masyarakat.
Selain mengurangi kesulitan mengakses air minum dan sanitasi dasar, ADB juga berkomitmen memperluas akses air perpipaan bagi rumah tangga berpendapatan rendah. Terkait pinjaman ke proyek LNG Tangguh, pinjaman diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pendanaan pengembangan dan pengoperasian sumur-sumur produksi gas alam cair (LNG) sebanyak 7,6 metrik ton per tahun. Peningkatan produksi diharap bisa memenuhi kebutuhan ekspor gas ke China,Korea Selatan, dan Pantai Barat Amerika Utara (West Coast of North America).
Proyek tersebut diperkirakan akan menelan kebutuhan pendanaan lebih dari USD5 miliar,dan menjadi proyek gas alam cair terbesar yang pernah dikembangkan di Indonesia. Dana ini diperlukan untuk meningkatkan kinerja produksi, transmisi, bangunan pabrik, fasilitas pelabuhan dan pengangkutan laut, serta landasan terbang pesawat angkut udara. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsia Alisjahbana mengatakan, pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan penanaman modal swasta di berbagai proyek infrastruktur domestik.
"Bukan hanya swasta domestik, investor luar juga kita persilakan masuk," ujarnya. Berdasarkan perkiraan, pemerintah membutuhkan investasi Rp1.420 triliun dalam membiayai berbagai proyek infrastruktur yang tersebar baik berupa jalan tol, pelabuhan, bandar udara, energi, hingga penyediaan air dalam lima tahun mendatang.
Dari jumlah itu, sumbangan sektor swasta diharap bisa mencapai 70 persen. Sesuai asumsi kapasitas pendanaan, pemerintah hanya sanggup menutup 30 persen dari total kebutuhan pendanaan. (Zaenal Muttaqin /Koran SI/rhs)