Gedung BI. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pengamat ekonomi Roy Sembel menjelaskan Bank Indonesia (BI) harus memberikan insentif kepada investor agar dana di SBI bisa bertahan lebih lama. Sehingga dana tersebut dimungkinkan akan dipakai untuk sektor riil.
"Investor perlu diberikan insentif agar dana di SBI bisa bertahan lebih lama. Jangan sampai dana tersebut keluar dan masuk seenaknya," tegas Roy yang ditemui media di Gedung WTC Karet, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
Selain pemberian insentif, investor juga perlu ditawarkan dengan beragam instrumen investasi lain. Dengan hal tersebut, investor tidak melulu menaruh dana di SBI. Jadi, ongkos beban bunga di BI bisa berkurang.
Salah satu yang bisa ditawarkan adalah sekuritisasi aset. Namun sekuritisasinya harus dalam jumlah yang wajar. Saat ini baru Bank Tabungan Negara (BTN) yang melakukannya.
"Dengan langkah tersebut bisa menjadi jembatan antara sektor riil dan sektor finansial. Maklum selama ini memang tidak ada kesinambungan di antaranya," katanya.
Namun, langkah-langkah tersebut hanyalah satu alat saja yang bisa dilakukan oleh BI. Masih banyak instrumen lain yang bisa digunakan untuk menekan agar investor tidak menaruh dana terlalu banyak di SBI. Namun saat ini belum ada langkah kongkrit yang bisa diutilisasi. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)