Getting time...

Akhir Tahun, Rupiah Masih Terus Menguat

Kamis, 19 November 2009 06:32 wib
Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Nilai tukar rupiah bakal terus menguat hingga akhir tahun. Optimisme tersebut disebabkan karena faktor fundamental yang terjadi di lokal sehingga turut mengatrol rupiah terhadap mata uang USD.

"Rupiah hingga akhir tahun diprediksi akan bertengger di kisaran Rp9.300-Rp9.500 per USD. Hal itu juga ditopang oleh faktor fundamental dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia diprediksi naik 4,2 persen. Sementara negara lain masih minus," ungkap pengamat ekonomi Roy Sembel, di Jakarta, Rabu (18/11/2009) sore.

Selain itu, rupiah juga ikut terkerek karena naiknya peringkat utang Indonesia di posisi BB. Dampaknya, Indonesia hanya kurang dua langkah lagi menuju peringkat BBB.

Lanjut pengamat lulusan Universitas Pittsburgh tersebut, jika Indonesia nantinya meraih peringkat BBB, maka investor asing bisa masuk dan turut serta dalam pendanaan skala kecil hingga skala besar.

"Dana asing akan melimpah setelah Indonesia mendapat peringkat BBB. Pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat dan melonjak lebih tinggi," katanya.

Namun, rupiah juga tidak bisa dilepaskan oleh faktor regional dan global. Bagaimanapun pasti ada dampak psikologis yang membayangi Indonesia dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang positif, padahal negara tetangga mayoritas minus.

Di tingkat lokal, rupiah juga bakal terseret oleh penyelesaian kisruh antara Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum selesai hingga sekarang. Namun, rupiah hingga akhir tahun diprediksi tidak akan melebihi level Rp9.500 per USD.

Di tahun depan, rupiah juga bakal mengalami stagnasi di level aman dan mencari titik seperti yang terjadi pada Juni 2006 hingga Juni 2008. Pada periode tersebut rupiah bertengger di kisaran Rp9.000-Rp9.500 per USD.

"Rupiah akan bergerak di harga tersebut dan mengulang periode 2006 hingga 2008. Karena secara teknikal, rupiah cenderung menguat terhadap dolar. Bagaimanapun, pemerintah juga tidak tinggal diam. Jika terlalu kuat, juga tidak bagus. Begitu juga saat melemah, juga merugikan sektor riil. Pemerintah pasti intervensi di sekitar level tersebut," pungkasnya. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit