Pengrajin Kayu. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pengusaha dari Timur Tengah termasuk Pakistan, Asia Timur, dan Afrika semakim meminati produk furniture dari Indonesia. Hal tersebut terlihat dari nilai transaksi yang diperoleh pengusaha Indonesia sebesar USD383.289 atau setara Rp3,6 miliar.
Perolehan transaksi tersebut didapat hingga hari kedua pelaksanaan Pameran the 19th Middle East International Furniture and Interior Design Exhibition (INDEX) 2009 yang berlangsung pada 14-17 November 2009 di Dubai World Trade Centre.
"Furniture Indonesia memiliki kelebihan pada kualitas kayu dan unik, serta model yang indah dan khas. Kami berharap sampai akhir pelaksanaan pameran, terjadi peningkatan transaksi dan order dari buyer potensial sehingga mampu meningkatkan nilai ekspor furniture (home dan interior decoration) Indonesia dari tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Hesti Indah Kresnarini, seperti dikutip dari situs resmi Departemen Perdagangan, di Jakarta, Rabu (18/11/2009).
BPEN Depdag mengkoordinir keikutsertaan Indonesia yang keenam kalinya pada pameran INDEX 2009 ini. Pavilion Indonesia terdapat di Hall I Sheikh Al Rashid seluas 489 m2 yang diisi oleh 21 perusahaan yang dikoordinir oleh BPEN.
Termasuk tujuh perusahaan binaan instansi pemerintah, yaitu satu perusahaan binaan Departemen Perindustrian, dua perusahaan binaan Disperindag Jawa Barat, satu perusahaan binaan Disperindag Provinsi Banten, dan tiga perusahaan binaan Disperindag Kota Surabaya, serta terdapat juga dua perusahaan Indonesia yang ikut berpartisipasi secara mandiri yaitu PT Ateja dan PT Sinar Intercontinental.
Pameran seluas 23.000 m2 ini diikuti oleh lebih dari 1.750 peserta dari mancanegara termasuk di dalamnya negara-negara pesaing dari Asia lainnya, seperti Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan RRT.
Pameran ini diperkirakan dikunjungi lebih dari 10 ribu buyer dari mancanegara. Pameran INDEX 2009 dibuka secara resmi oleh Pangeran Dubai Persatuan Emirat Arab, Shaikh Hamdan bin Muhammed bin Rashid Al Maktoum, dan dihadiri pula oleh Kepala ITPC Dubai, Husin Bagis. (ade)