JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menawarkan 2.360.057.000 saham biasa atas nama seri B atau setara 27,08 persen dengan nilai nominal Rp500 setiap sahamnya melalui penawaran umum perdana alias listing (initial public offering/IPO). Rencananya IPO akan dilakukan 17 Desember besok.
Hal tersebut diungkapkan dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan manajemen perseroan, di Jakarta, Kamis (19/11/2009). Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO ini akan digunakan untuk memperkuat basis permodalan guna mendukung ekspansi portofolio kresdit perseroan di masa mendatang. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas (terafiliasi) dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksanan emisi efek.
Perkiraan tanggal efektif pada 8 Desember 2009, perkiraan masa penawaran 10-11 Desember 2009, perkiraan masa penjatahan 15 Desember 2009, perkiraan pengembalian uang pemesanan 16 Desember 2009 dan perkiraan listing saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2009.
Sebelumnya, perseroan tinggal memastikan satu penjamin pelaksana emisi (underwriter) yang dibentuk secara konsorsium terkait rencana penawaran umum perdana saham tersebut.
"Target kita masih di IPO pada kuartal IV tahun ini, tapi bergantung kebijakan pemegang saham, yang jelas sudah ada satu calon nama yang keluar, kemungkinan Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities yang tergabung dalam konsorsium yang menang," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian BUMN, belum lama ini.
Ditambahkannya, soal besaran saham yang bakal dilepas masih 30 persen, sesuai ketetapan pemegang saham. Underwriternya, Iqbal menjelaskan, dari kita sudah diserahkan ke BUMN, tinggal BUMN yang menetapkannya. "Kan dari lima jadi tiga dan sekarang tinggal satu underwriternya, siapa kemungkinan yang menang kemungkinan konsorsium Mandiri Sekuritas tadi," katanya. (css)