Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pemerintah melalui Timnas Penghematan Energi dan Air menargetkan penghematan energi sebesar 30 persen pada tahun depan.
Saat ini Timnas hemat energi sudah memulai langkah penghematan di instansi-instansi pemerintah. Fokus utamanya yakni menghemat di sektor listrik. Pilot project-nya adalah wilayah ring-1 Istana Negara, yakni 47 kantor instansi pemerintah dan BUMN.
"Saat ini masih 10 persen (penghematan), target kami bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen," ujar Ketua Timnas Penghematan Energi dan Air Eddie Widiono, di Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Dia menambahkan, meskipun masih belum maksimal, gerakan hemat energi ini ada hasilnya. Untuk industri BBM, lanjut Eddie, Timnas fokus menyasar sektor industri dan transportasi. Bagi industri, akan didorong untuk melakukan diversifikasi energi dengan mengalihkan konsumsi energi dari BBM ke energi lain, seperti batu bara atau bahan bakar nabati (BBN).
"Ini memang butuh transfer teknologi dan tidak bisa dilakukan seketika. Tapi, sudah terlihat ada kemajuan," katanya.
Misalnya, rencana aturan mandatory BBN, bahwa sektor industri akan diwajibkan menggunakan BBN seperti biofuel, minimal lima persen dari total konsumsi BBM-nya. Untuk sektor transportasi, Timnas mendorong masyarakat agar bisa secara bertahap beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Dengan demikian, kemacetan yang menjadi penyebab pemborosan konsumsi BBM bisa dikurangi. Karena itu, pemerintah berupaya mendorong kebijakan komprehensif untuk membenahi layanan sektor transportasi umum. Ini memang butuh waktu, tapi akan terus didorong.
Sementara Sekjen Energy Efficentrum M Aditya Warman memaparkan, sosialisasi penghematan energi itu akan dilakukan di tiga kota besar yakni Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung.
"Kegiatan sosialisasi bersama Timnas tersebut langsung menyentuh kepada masyarakat sebagai pengguna energi," katanya. (Anang Purwanto/Trijaya/ade)