BANDUNG - Sampai dengan kuartal III-2009, PT Astra Sedaya Finance (ASF) meraih laba bersih sebesar Rp301 miliar atau meningkat 24 persen dari laba bersih periode yang sama tahun 2008.
ASF yang merupakan bagian dari kelompok perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) juga membukukan pembiayaan sebesar Rp10,5 triliun pada periode yang sama dengan jumlah unit pembiayaan mencapai 86.750 unit dan hingga akhir tahun ditargetkan dapat mencapai Rp13,5 triliun.
"Untuk tahun depan kita menargetkan pembiayaan sekira Rp14 triliun, karena pertumbuhan pasar mobil diperkirakan hanya akan tumbuh tipis 9 persen. Jadi kami lebih konservatif," ujar Direktur PT Astra Sedayu Finance, Hugeng Gozali, dalam paparannya di Workshop Wartawan Pasar Modal, di Lembang, Bandung, Jumat (20/11/2009).
Sepanjang tahun 2009, ASF menjalankan beberapa strategi bisnisnya yaitu mengembangkan pasar pembiayaan melalui kerjasama dengan distributor dan dealer otomotif, memperluas jaringan pelayanan, membangun kompetensi produk, melakukan pengembangan manajemen risiko, melakukan divestasi sumber pendanaan, meningkatkan pelayanan pelanggan melalui perbaikan proses bisnis dan pengembangan SDM.
"Dari sisi pembiayaan, posisi NPL ASF sampai dengan akhir September terus terjaga dibawa 1 persen, lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya," tambahnya.
Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada nasabah, ASF telah menambah sejumlah cabang dalam rangka ekspansi pasar baik di wilayah Jawa, Sumatera, maupun Sulawesi. "Sepanjang tahun 2009, ASF sudah menerbitkan obligasi ASF X dan MTN ASF I dengan total Rp1,7 triliun," tukasnya. (ahm)