Foto: Koran SI
JAKARTA - PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating sektor properti pada overweight. Pasalnya, fundamental ekonomi dinilai sudah mulai pulih.
"Kami mempertahankan rating sektor properti pada overweight, karena fundamental ekonomi yang lebih baik, dengan turunnya spread antara bunga kredit dengan bunga SBI (saat ini spread sekitar 200bp adalah tiga kali lebih tinggi dari normal), dan mengantisipasi akselerasi earning pada 2010-2011," ungkap Retail Research Analis CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, dalam buletin CIMB iTrader yang diterima okezone, di Jakarta, Minggu (22/11/2009).
Monthly pre-sales selama Mei hingga Oktober 2009 +30 persen yoy (year on year), namun masih dibawah historic high Rp350bn/bulan pada semeter I-2008. "Kami merevisi RNAV setelah menaikan earning, saat ini sekitar 12-37 persen discount to RNAV, sama seperti midcycle yang lalu," katanya.
Sementara itu, PT Ciputra Development (CTRA) adalah top pick perusahaan sekuritas asing ini, karena upside potential pada 2010-2011. "Meskipun kami menyadari sentimen negatif yang mungkin muncul dari penambahan saham di Ciputra Surya (CTRS). Namun kami melihat dari segi strategi jangka panjang CTRA dan memberi rating outperform dengan target harga Rp900 per unit dari Rp1.200 per unit. karena mengubah metode DCF menjadi RNAV. Maintain outperform untuk PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan TP Rp430 dan outperform untuk PT Summarecon Tbk (SMRA) dengan TP Rp800 per unit," pungkasnya. (css)