JAKARTA - Perum Badan Urusan Logistik atau yang biasa dikenal dengan Bulog diharapkan bisa memperkuat peranannya untuk menjaga ketahanan pangan dengan memfokuskan distribusinya tidak hanya ke beras saja, tapi juga merambah ke kedelai, gula, jagung, dan minyak goreng.
"Beras sudah terkendali dengan baik, baik di sektor hilir maupun hulu. Ke depannya diharapkan Bulog dapat menangani produk pokok nonberas seperti kedelai, gula, minyak goreng, dan jagung," ungkap Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai Pelantikan Pejabat Perum Bulog, di Kantor Pusat Perum Bulog, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Mengenai teknis pelaksanaannya, dia menjelaskan, saat ini konsep tersebut sudah ada di Kementerian Negara BUMN dan sudah dikoordinasikan dengan departemen lain seperti Departemen Pertanian (Deptan), Departemen Perindustrian (Depperin), dan Departemen Perdagangan (Depdag).
Namun, mengenai waktu pelaksanaannya, dia masih belum bisa memastikan akan bisa dilakukan tahun depan jika berharap pada APBN karena tidak ada dalam anggaran sebelumnya.
"Kalau dari APBN 2010 sepertinya tidak bisa, mungkin di APBN-P. Tapi kalau bisa bekerja sama dengan perbankan mungkin bisa segera (dilaksanakan)," tambahnya.
Diharapkan, dalam kegiatan pendistribusian komoditas pokok tersebut dapat menstabilkan harga jual komoditas di pasaran. "Sinergi dengan PTPN dan RNI diharapkan mampu membantu efisiensi dengan bantuan distribusi," tukasnya.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.