(Foto: newmont.co.id)
JAKARTA - Terkuak sudah alasan Pemda NTB lebih menggandeng Multicapital milik Grup Bakrie dibanding Antam yang merupakan BUMN.
Pemda NTB lebih memilih Multicapital karena anak usaha Bakrie itu menghibahkan 8 persen dari 31 persen yang disepakati, atau sekira lebih dari Rp3 triliun kepada Pemda untuk membeli saham NNT tanpa dihitung utang. Sementara Antam tidak bisa melakukan hal tersebut.
"Yang nanti akan dihibahkan ke Pemda itu, kalau nanti total yang dibeli oleh Multi Daerah Bersaing itu 31 persen. Kemudian 25 persen dari 31 persen itu kan hampir 8 persen, itu binilainya sa Rp3 triliun lebih dan itu yang akan dihibahkan oleh Multicapital kepada daerah. Jadi kan sudah luar biasa sebenarnya apa yang diberikan Multicapital kepada daerah. Itu yang tidak bisa dilakukan oleh Antam," ungkap Bupati Sumbawa Besar Zulkifli Muhadli, di kantor Ditjen Minerbapabum, Jalan Supomo, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Menurutnya, saat Pemda mempersilakan Antam masuk, namun Pemda harus membagi kewajiban kontribusi sebagaimana yang dibagi Multicapital itu dibagi juga dengan Antam, tapi Antam tidak mau.
"Enggak mau dia hibahkan sahamnya ke kita, padahal daerah enggak punya uang. Daerah itu tidak ingin membeli karena tidak punya uang, tapi ingin memiliki saham itu. Karena itu kita mencari mitra yang mau membantu kita. Siapa pun mitra itu silakan asal kita dibantu. Ternyata yang paling baik tawarannya ya Multicapital" paparnya.
Pemda pun yakin sepenuhnya terhadap kemampuan Multicapital membayar keseluruhan harga saham Newmont yang telah divestasi tersebut.
"Enggak mungkin Multicapital gagal bayar. Mereka sudah confirm" tambahnya.
Rencananya penandatanganan SPA 14 Persen saham Newmont 2008-2009 akan dilakukan hari ini. Namun, kepastian baru akan ditandatangi baru akan dilakukan pada pukul 18.00 karena masih harus menunggu perwakilan Newmont dari Amerika Serikat.
"Jam 6 nanti tanda tangannya, masih nunggu yang dari Amerika," tukasnya. (jri)