Foto: Corbis.com
LONDON - Harga emas kembali melonjak ke level tertinggi, seiring melemahnya dolar Amerika dan kekhawatiran tentang lonjakan inflasi.
Seperti dilansir dari AFP, Selasa (24/11/2009), harga emas pada hari Senin (24/11/2009) waktu setempat, melonjak ke USD1.174 per ons pada akhir perdagangan di London Bullion Market. Namun sesaat kemudian, harga emas kembali merosot ke level USD1.170,32 per ons.
"Emas mencapai level barunya, sebagai rekasi atas penurunan dolar yang terus berlanjut," kata analis Pasar ODL dalam sebuah catatan kepada kliennya.
Salah seorang dealer mengatakan, dolar tergelincir terhadap euro pada Senin kemari, seiring kekhawatiran bahwa The Federal Reserve akan menjaga langkah stimulus darurat.
Selain itu, Bank Sentral Amerika ini melalui perwakilan StLouis James Bullard juga mengatakan, bahwa The Fed seharusnya melanjutkan program penyelamatan kredit macet (mortgage), yang akan berakhir Maret mendatang. Hal tersebut akan berdampak pada terjaganya level suku bunga acuan.
"Bank Sentral berfikir positif terhadap program tersebut, terutama untuk mendorong dolar lebih rendah lagi," ujar analis pada perusahaan perdagangan online Forex.com Jane Foley. (rhs)