Getting time...

Rupiah Melemah Ikuti IHSG

Rani Hardjanti - Okezone
Selasa, 24 November 2009 16:35 wib
Foto: Corbis.com
Foto: Corbis.com
JAKARTA - Rupiah mengalami pelemahan menyusul sepinya topangan sentimen positif. Saat ini pun investor tengah memperhatikan kepastian hukum Bank Century serta kasus Bibit-Chandra. Hal ini juga yang membuat pelaku pasar saham minim melakukan transaksi hingga ditutup melemah tipis.

Rupiah pada perdagangan Selasa (24/11/2009) ditutup Rp9.496-Rp9.466 per USD dibanding perdagangan Senin 23 November kemarin di level Rp9.457-Rp9.427 per USD.

Di sisi lain, saat ini tercatat akhir bulan, di mana perusahaan banyak membutuhkan dolar (corporate demand) untuk memenuhi kebutuhan akhir bulan.

Sementara, dolar Amerika merosot secara luas di sesi perdagangan Senin, 23 November 2009 kemarin. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard pada Minggu lalu mengatakan, bank sentral masih akan mempertahankan program pembelian aset yang ada hubungannya dengan mortgage sampai akhir Maret mendatang.

Komentar tersebut memperkuat spekulasi bahwa suku bunga acuan The Fed masih akan bertahan di level terendahnya untuk beberapa waktu, sementara data US Existing home sales meredam daya tarik dolar Amerika sebagai mata uang yang aman.

Suku bunga yang rendah membatasi return dari investasi AS, memaksa investor untuk melakukan diversifikasi pada mata uang dan lebih memilih mata uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi maupun aset yang lebih berisiko, di antaranya dolar Asutralia dan dolar New Zealand. Dolar juga melemah seiring dengan menguatnya bursa saham New York, harga emas dan minyak mentah dunia. (rhs)
TWITTER »
twit