JAKARTA - Kasus Bank Century (BC) yang telah berganti nama menjadi Bank Mutiara dinilai tidak berkaitan dengan krisis global 2008. Tetapi, lebih kepada kasus kriminal perampokan perbankan.
Demikian ujar Pengamat Tim Indonesia Bangkit (TIB) Hendri Saparini dalam diskusi bertema Temuan BPK Memperkuat Dugaan Abuse of Power dalam Kasus Bank Century, di Hotel Atlet Century Park Meeting Room, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Pandangannya tersebut merupakan sanggahan pernyataan keras yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) yang dinilai menjustifikasi kasus BC dengan mengaitkan bailout dan krisis global.
"Hal itu mengada-ada. Audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru sudah cukup jelas, menunjukkan adanya penyaluran dana bailout untuk menutupi kerugian BC akibat tindakan kriminal para pengelola (Century Gate)," ungkapnya.
Menurutnya, pernyataan Boediono dan permintaan BI untuk menjustifikasi perampokan uang negara dalam kasus BC dengan krisis global sangat melukai keadilan masyarakat, mengingat tidak ada hubungannya antara kasus kriminal dengan krisis global.
"Jika kasus BC diakibatkan oleh krisis global, maka masalahnya yang dihadapi BC juga akan terjadi pada hampir seluruh bank, seperti halnya terjadi pada saat krisis ekonomi pada 1997-1998. Pada saat ini, hampir seluruh bank mengalami kesulitan likuiditas akibat pelarian dana ke luar negeri," ungkapnya.
Sebagai informasi, guna menyelamatkan BC, BI melakukan empat kali assignment. Pertama pada 20 November 2008 yakni sebesar Rp632 miliar untuk menambal rasio kecukupan modal (CAR) yang saat itu negatif 3,53 persen.
Kedua, pada 23 November 2008 menjadi Rp2,776 triliun untuk menutupi kebutuhan CAR yang minus 35,92 persen. Ketiga, 27 Januari 2009 menjadi sebesar sebesar Rp6,132 miliar untuk menopang CAR yang masih negatif 19,21 persen. Keempat, 24 Juli 2009 menjadi sebesar Rp6,762 triliun sehingga CAR bank mencapai delapan persen.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.