Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menargetkan premi di 2010 bisa tumbuh 17 persen menjadi sebesar Rp44,010 miliar. Ini karena pertumbuhan perekonomian yang relatif stabil sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan di perusahaan asuransi.
"Setiap tahun pertumbuhan rata-rata industri asuransi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga di tahun depan, kami mengharapkan akselerasi perekonomian dapat terlaksana secepatnya. Apalagi disertai dengan peningkatan perbaikan country risk rating bagi Indonesia," ungkap Ketua AAUI Kornelius Simanjuntak, di acara Insurance Outlook di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Selain menargetkan pertumbuhan di tahun depan, AAUI juga menargetkan pertumbuhan dengan nilai yang sama hingga akhir tahun ini. Prediksinya premi akan tumbuh sekira 17 persen menjadi Rp36,675 miliar. Padahal pada 2008, premi hanya mencapai sebesar Rp21,909 miliar.
Lanjutnya, pertumbuhan premi di tahun depan relatif lebih baik dari tahun sebelumnya. Selama empat tahun terakhir, pertumbuhan premi rata-rata hanya sebesar 13 persen. Sekadar catatan, pertumbuhan premi pada 2005 ke 2006 hanya tumbuh 3,57 persen. Sedangkan pada 2007 ke 2008 premi justru tumbuh 24,77 persen.
"Biasanya pertumbuhan industri asuransi umum di semester I/2009 jauh lebih kecil dibandingkan di semester II-2009. Pertumbuhan tersebut tergantung pada kondisi dari perbankan nasional dan khususnya perusahaan multifinance. Biasanya terjadi keselarasan antara perbankan, perusahaan multifinance dan asuransi," tambahnya. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)