Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn. (Foto: Corbis)
JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) mengumumkan skema pinjaman baru senilai USD600 miliar. Skema itu dipersiapkan bagi negara yang kekeringan likuiditas.
Lembaga donor yang bermarkas di Washington ini memproyeksikan, terdapat 13 negara yang berpotensi membutuhkan skemanya. Negara tersebut akan bergabung bersama 26 negara lainnya dalam New Arrangements to Borrow (NAB).
"Kesepakatan ini merupakan hal penting bagi pendanaan multilateral. Skema ini juga akan membantu efektivitas IMF dalam menanggapi krisis dan membantu memperkuat arsitektur keuangan internasional," kata Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/11/2009).
Dia mengatakan, skema ini merupakan pinjaman yang lebih fleksibel ketimbang skema yang lainnya. Skema ini juga diklaim sebagai langkah efektif dalam mengelola krisis keuangan.
Negara-negara yang berkontribusi atas skema tersebut, yakni negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Britania Raya, Prancis, Jepang, dan Italia. Juga negara-negara berkembang seperti China, Brasil, dan India. (rhs)