o1 o2

Economy - Saham dan Valas


IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Kamis, 26 November 2009 - 07:20 wib
text TEXT SIZE :  
Widi Agustian - Okezone
Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) rawan tertekan, akan tetapi kesempatan indeks untuk menguat masih terbuka pada perdagangan saham Kamis (26/11/2009) pagi.

"Walaupun potensi penguatan itu masih sangat terbatas," ungkap analis saham Felix Sindhunata, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (26/11/2009).

Dijelaskannya, kondisi saat ini sangat tidak mendukung indeks untuk mengalami penguatan. Mulai dari tidak adanya kabar berita yang menjadi sentimen positif, hingga polemik masalah Bank Century yang belum kunjung usai.

Tetapi, karena faktor eksternal masih dominan di IHSG, maka tidak sepenuhnya indeks dipastikan bakal melemah. Sentimen positif masih ada dari Amerika Serikat (AS) seperti data penjualan rumah yang sangat positif serta positifnya bursa Asia. "Masih tergantung sentimen dari luar," ucapnya.

Dia memperkirakan indeks akan berada di kisaran support resistance 2.430-2.485. Sementara sektor yang memiliki potensial yang bagus untuk hari ini antara lain saham dari sektor pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, serta perbankan.

Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities menuturkan jika indikator stochastic yang cenderung deadcross membuat IHSG memiliki kecendurungan untuk menguji support.

"IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi di kisaran support 2.450-2.490, akan tetapi penutupan di bawah 2.450 berpotensi membuat IHSG kembali dalam tren turun jangka menengahnya," ucapnya.

Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Rabu 25 November kemarin ditutup melemah 10,35 poin atau 0,42 persen ke posisi 2.461,53. Pelemahan yang terjadi ini karena, sepinya sentimen positif. Pelaku pasar masih menunggu kepastian kasus Bank Century, sebagai refleksi kepastian hukum di mata investor. (ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4