JAKARTA - Tren pelemahan yang terjadi pada dolar AS diproyeksikan bakal terus berlanjut dan membuat nilai tukar rupiah kembali mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (26/11/2009) ini.
"Masih menguat, karena dolarnya yang terus melemah," kata pengamat valas Toni Mariano, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Selain itu, dia mengungkapkan jika skandal Bank Century belum berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah. "Sejauh ini berlum terlihat," ucapnya.
Sebelumnya, rupiah pada perdagangan Rabu (25/11/2009) kemarin ditutup menguat di level Rp9.447-Rp9.417 per USD, yakni jika dibandingkan dengan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (24/11/2009) yang ditutup di Rp9.496-Rp9.466 per USD.
Hal ini adalah karena inflasi November 2009 yang diyakini BI akan rendah. Potensi inflasi ini berasal dari belanja stimulus fiskal yang akan digenjot habis-habisan agar terserap optimal sampai akhir tahun.
Walau demikian, ternyata penguatan rupiah berbanding terbalik dengan yang terjadi di indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 10,35 poin atau 0,42 persen ke posisi 2.461,53.
Sentimen negatif yang muncul pada perdagangan hari ini adalah sepinya sentimen positif. Selain itu, pelaku pasar masih menunggu kepastian kasus Bank Century, sebagai refleksi kepastian hukum di mata investor.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.