Getting time...

Kontrak Gas Metana Batu Bara Capai 15 KKS

Andina Meryani - Okezone
Rabu, 25 November 2009 10:41 wib
Dirjen Migas Evita Legowo. Foto: Widi Agustian/okezone.com
Dirjen Migas Evita Legowo. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Perkembangan gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) sebagai salah satu energi alternatif semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan cadangan mencapai 453,30 trilion cubic feet (TCG), diperkirakan produksi hingga 2025 dapat mencapai 1500 mmscfd. Adapun hingga saat ini kontrak CBM sudah mencapai 15 CBM kontrak kerja sama (KKS).

"Pekan depan akan ditandatangani lagi lima kontrak CBM baru. Nanti sore baru akan diumumkan siapa pemenang lelangnya," ujar Dirjen Migas Evita Legowo, dalam paparannya di Orientasi Jurnalis 2009 FWESDM: Ketahanan Energi Nasional, Pilar Pembangunan Perekonomian Bangsa, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).

Selain itu, produksi CBM dalam jangka pendek hingga 2015 ditargetkan mencapai 500 mmscfd yang kemudian meningkat menjadi 900 mmscfd pada 2020. Adapun produksi rata-rata CBM sebesar 250 mscfd per sumur.

CBM ini akan lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik dan pupuk. Nantinya, hasil dari CBM ini akan dikompres ke dalam bentuk LNG untuk didistribusikan ke pulau-pulau di Indonesia agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan domestik. "Nantinya CBM akan dibentuk jadi LNG tapi tidak untuk diekspor hanya untuk transportasi saja," ungkapnya.

Saat ini, ada dua tugas dalam program 100 hari Departemen ESDM, yaitu satu pedoman soal pengolahan CBM dan perubahan kontrak.

"Harapan kita draft itu dalam 100 hari selesai. Kita ingin kontrak diperlunak lagi. Diperlunak dalam artian supaya tidak membuang gas," pungkasnya.  (ade)
TWITTER »
twit