Getting time...

ADB Kucuri Perbankan Indonesia USD700 Juta

Rabu, 25 November 2009 11:46 wib
Logo ADB. Foto: Corbis
Logo ADB. Foto: Corbis
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) memberikan fasilitas pembiayaan perdagangan (trade finance facilitation program/TFFP) untuk perbankan Indonesia sebesar USD700 juta. Bantuan pinjaman tersebut untuk pembiayaan eksportir dan importir lokal.

"Kami mengadakan perjanjian pertama untuk program TFFP kepada Bank Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia," ungkap Head, Trade Finance Capital Market and Financial Sectors Division Private Sector Operations Department ADB Steven Beck, selepas penandatangan kerja sama pinjaman ADB dengan Bank Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (25/11/2009).

Perjanjian dengan ADB ini, lanjut Steven, akan memudahkan bank-bank di Indonesia untuk mengembangkan pembiayaan perbankan. Meski tidak bisa menyebutkan angkanya, Steven mengaku karena hal tersebut merupakan confidencial ADB dengan pihak bank.

Sementara bunga yang diberikan berpatokan pada kupon LIBOR namun tanpa ada komitmen fee dan tanpa batas waktu peminjaman. Steven menjamin dana tersebut dapat digunakan saat kondisi krisis dan butuh penjaminan. Fasilitas pembiayaan perdagangan (TFFP) merupakan perjanjian pertama yang ditandatangani oleh perbankan di Indonesia.

Pada 31 Maret 2009, ADB meningkatkan program TFFP USD1 miliar dari USD150 juta yang dimulai pada 2004. ADB yang memiliki rating AAA menyediakan pembiayaan dan penjaminan bekerja sama dengan bank-bank internasional dan bank-bank di negara-negara berkembang anggota ADB.

Dengan menarik pembiayaan sektor swasta dan karena portofolio bisa bergulir satu kali dalam satu tahun maka program ini bisa menghasilkan pembiayaan perdagangan senilai USD13 miliar hingga 2013.

Hingga akhir Oktober 2009, ADB telah membantu hampir 1.700 transaksi perdagangan internasional dengan nilai lebih dari USD1,9 miliar dan telah digunakan di 10 negara di Asia tanpa mengalami kerugian atau pinjaman bermasalah.

TFFP adalah bagian dari komitmen dari komitmen ADB untuk membantu perdagangan di negara-negara sedang berkembang.  (Didik Purwanto/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit