JAKARTA - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) terancam dicabut hak lelangnya sebagai pemenang lelang pembangunan pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) jika sampai 2010 tidak juga ada kemajuan dalam pembangunan tersebut.
Sejak April 2006, Bakrie telah memenangkan lelang pembangunan pipa gas Kalija tersebut, namun hingga saat ini pembangunan pipa sepanjang 1.200 km tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti.
"2010 kalau belum ada pembangunan pipa, hak lelang akan dicabut. Sekarang masih kita kaji," ujar Anggota Komite BPH Migas Hanggono Nugroho, dalam paparannya di Orientasi Jurnalis 2009 FWESDM: Ketahanan Energi Nasional, Pilar Pembangunan Perekonomian Bangsa, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Menurutnya, keterlambatan itu terjadi karena sampai saat ini belum ada kepastian mengenai pasokan gas dan pembelinya terutama saat itu (2006) belum ada yang pembeli sebesar 1.000 mmscfd di Pulau Jawa karena kebutuhan belum sebesar itu, sehingga perbankan masih enggan untuk mengucurkan pinjaman untuk pembangunan pipa tersebut.
"Pada waktu teman-teman Bakrie dan kami mencari pembeli gas sebanyak itu kesulitan. Akhirnya Bakrie tidak dapat pinjaman dari bank. Masalah utama pembeli dari Jawa tidak ada yang membeli gas 1.000 mmscfd," pungkasnya.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.