Mendag Mari Elka Pangestu. Foto: Widi Agustian/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengeluarkan jurus mengelak untuk menjawab pertanyaan seputar rencana impor gula guna memenuhi kebutuhan gula nasional tahun depan.
Sesaat sebelum mengakhiri konferensi pers mengenai KTM WTO ke-7, Mari langsung menolak untuk diwawancarai wartawan terutama masalah gula.
Menurutnya saat ini mengenai masalah tersebut masih dalam pembahasan di kantor Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Menteri Hatta juga akan mengumumkan langkah yang akan diambil pemerintah mengenai stok gula nasional.
"Masih sedang memfinalisasi kantor Menko, kita sudah memasukkan ke sana, bukan hanya soal gula. Waktu rapat kemarin Menko enggak hadir penuh. Mungkin besok atau minggu depan akan ada keputusan final untuk mengambil keputusan," ungkap Mari, saat konferensi pers di kantor Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Akhir pekan lalu, dalam rapat koordinasi gula di kantor Kementerian BUMN diperoleh informasi bahwa pemerintah tengah mengupayakan tambahan stok gula nasional sebanyak 500 ribu ton hingga musim tanam, April 2010. Diperkirakan kebutuhan akan meningkat hingga 1,2 juta ton sedangkat stok yang tersedia baru sekira 610 ribu ton.
Untuk memenuhi kekurangan stok tersebut, opsi pertama yaitu melalui kemampuan dari dalam negeri baik PTPN maupun RNI, dan opsi kedua melalui kemungkinan untuk impor.
Namun, hingga saat ini masih belum jelas mengenai langkah apa yang akan dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gula tersebut. "Nanti menko yang akan mengumumkannya," pungkasnya. (ade)