Foto: Okezone.com
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menjual 10 ton emas ke bank sentral Sri Lanka sebesar USD375 juta sebagai bagian dari restrukturisasi sumber keuangan IMF.
Ini merupakan penjualan emas IMF ketiga dalam sebulan belakangan. Alasannya, agar bisa mengurangi ketergantungannya pada pendapatan dan meningkatkan pemberian pinjaman keuangan di tengah krisis ekonomi global.
"Penjualan dilakukan atas dasar harga pasar yang berlaku pada Senin," demikian pernyataan yang dikeluarkan IMF, seperti dilansir dari AFP, di Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Harga emas telah mencapai rekor tertinggi pada hari itu, yakni tercatat USD1.170 per ons. Sejak saat itu, harga logam mulia meningkat lebih tinggi dan menjadi investasi yang aman bagi para investor sebagai tempat berlindung di tengah ketidakpastian ekonomi.
Total penjualan emas IMF kepada bank-bank sentral mencapai 212 ton. Tercatat India membeli 200 ton emas antara 19 dan 30 Oktober senilai USD6,7 miliar. Serta Mauritius membeli dua ton pada 11 November senilai USD71,7 juta.
Sementara Sri Lanka memiliki pinjaman berjangka 20 bulan ke IMF sebesar USD2,7 miliar yang diberikan pada Juli setelah cadangan negara kepulauan tersebut merosot lebih dari USD1 miliar karena pemerintah membuat serangan terakhir untuk menumpas pemberontak separatis Macan Tamil.
Bank sentral Sri Lanka pada awal November mengatakan bahwa pembelian emas ini dilakukan untuk diversifikasi cadangan mata uang yang volatile di tengah pasar yang bergejolak. Kendati demikian pihaknya menolak untuk mengungkapkan dari mana bank bisa membeli emas.
Di samping itu, Dewan Eksekutif IMF telah menyetujui penjualan 403,3 ton emas pada September. Adapun IMF saat ini memegang sekira 3.000 ton emas, dan menjadi adalah pemegang resmi logam mulia dunia ketiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Jerman.
Sebagai informasi, harga emas dan komoditi lain melonjak dalam beberapa bulan terakhir di tengah merosotnya mata uang dolar. Bagi investor, logam mendukung atas kekhawatiran adanya lonjakan inflasi, seperti emas yang dianggap menjadi investasi aman.
IMF pun mengatakan akan menjual emas langsung kepada bank sentral dan pemegang resmi lainnya pada periode awal sebelum menjual jumlah yang tersisa di pasar terbuka. Penjualan ini akan dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu, sejalan dengan pendekatan yang digunakan oleh bank sentral untuk menghindari gangguan pasar. (ade)