Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunawan Dianjaya Patok Harga IPO Rp160

Widi Agustian , Jurnalis-Kamis, 26 November 2009 |12:27 WIB
Gunawan Dianjaya Patok Harga IPO Rp160
Foto: Ist
A
A
A

JAKARTA - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk mematok harga penawaran saham perdananya sebesar Rp160 per lembar saham untuk satu miliar saham yang akan dilepas ke publik.

Hal tersebut seperti dikatakan Direktur & Sekretaris Perusahaan Gunawan Dianjaya saat paparan publik perseroan, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (26/11/2009).

Sebelumnya, perseroan memasang harga di kisaran Rp130-Rp160 per saham dengan harga nominal per saham adalah Rp100. Adapun total dana yang bakal didapatkan sebesar Rp130 miliar-Rp160 miliar.

Direktur Dinamika Usaha Jaya Benny Subrata mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan 60 persen porsinya untuk investor asing yang memang saat ini kebanyakan datang dari perusahaan baja di Singapura.

"Mereka sudah memberikan clue kalau akan masuk. Hari ini kita akan dapat kepastian dari mereka. Sementara 40 persennya untuk domestik," ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa nantinya 70 persen dialokasikan untuk investor institusi dan 30 persen pemodal ritel.

Seperti diketahui, pernyataan pendaftaran dilakukan pada 23 September 2009, due diligence meeting pada 26 November, efektif pada 9 Desember.

Sedangkan untuk masa penawaran pada 11, 14, 15, 16 Desember, serta masa penjatahan pada 21 Desember dan distribusi dan refund pada 22 Desember 2009. Adapun untuk pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Desember 2009.

Per Juni 2009, perseroan yang bergerak di bidang industri penggilingan pelat baja canai panas (hot rolling steel plate mill) ini mencatatkan rugi bersih sebesar Rp209 miliar, dan pendapatannya sebesar Rp831 miliar. 

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement