Foto: Koran SI
JAKARTA - Harga emas kembali mencapai rekor untuk ketiga kalinya dalam pekan ini, saat sejumlah investor dan bank sentral membeli logam mulia itu untuk memproteksi investasi mereka dari penurunan dolar.
Seperti dikutip dalam data Bloomberg, Kamis (26/11/2009), harga spot emas pagi ini bertengger di tingkat USD1.193,10 per ons atau meningkat USD4,5. Penguatan emas ini, setelah nilai tukar turun ke posisi terendah dalam 15 bulan kemarin terhadap enam mata uang utama yang menjadi mitra.
"Ini demam. Dolar telah melemah cukup dalam, ini akan berpengaruh pada perdagangan komoditi contohnya emas dan diprediksi akan terus rally," kata seorang analis dengan perantaraan Komoditi Services Pty Jonathan Barrat, di Sydney.
Dolar anjlok sebesar 1,1 persen kemarin, setelah salah seorang pejabat dari The Federal Reserve menggambarkan tahun ini penurunan dalam mata uang dunia tersebut. Tanda-tanda tersebut, akan mentolerir greenback yang cenderung mengalami pelemahan serta permintaan bahan bakar yang lebih tinggi.
Data kemarin juga menunjukkan, indeks konsumen dan penjualan rumah baru naik lebih dari perkiraan, sementara klaim untuk manfaat pengangguran turun ke level terendah dalam setahun. (css)