Dirjen Migas Evita Legowo. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Wilayah Kerja (WK) gas metana batu bara (coal bed methane/CBM) di Indonesia diminati investor. Ini terlihat dari banyaknya perusahaan/konsorsium yang ikut serta dalam lelang penawaran langsung WK CBM periode September-November 2009.
"Dari tiga WK CBM yang ditawarkan yaitu CBM Barito, CBM Rengat, dan CBM Sanga-Sanga, ada 20 perusahaan/konsorsium yang mengambil dokumen. Enam di antaranya mengembalikan dokumen, hingga terpilih tiga pemenang yang diumumkan hari ini," papar Dirjen Migas Evita H Legowo, seperti dikutip dari situs departemen ESDM, Kamis (26/11/2009).
Lelang WK CBM ini pertama kali dilakukan di Indonesia. Banyaknya investor yang berminat menunjukkan sinyalmen positif bagi pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan di Indonesia. "CBM adalah harapan kami," ujar Dirjen Migas.
Pada lelang kali ini, WK CBM Barito dimenangkan oleh Konsorsium PT Trans Asia Resources-PT Jindal Stainless Indonesia, CBM Rengat oleh Indon CBM Ltd, dan CBM Sanga-Sanga oleh Konsorsium Virginia Indonesia Co Llc-BP East Kalimantan Ltd-Lasmo SangaSanga Ltd-Opic Oil Houston Inc-Virginia Inter Co Llc-Universe Gas and Oil Co Inc.
Komitmen pasti eksplorasi WK CMB dari ketiga perusahaan tersebut untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi berupa Study G&G sebesar USD3,1 juta, 14 pengeboran sumur eksplorasi sebesar USD16,5 juta dan 18 corehole sebesar USD6,3 juta.
Sementara Pilot Project Phase I yang terdiri dari 12 dewatering senilai USD18.875 dan 10 production test (convert dari sumur eksplorasi) sebesar USD1 juta, serta tiga new production test well sebesar USD7,25 juta, sehingga total investasi adalah sebesar USD53,025 juta.
Sedangkan bonus tandatangan (signature bonus) yang akan diterima langsung oleh pemerintah adalah sebesar USD8 juta. (ade)