JAKARTA - PT Garuda Indonesia hingga saat ini memiliki utang sebesar USD726 juta. Angka tersebut hanya turun sedikit jika dibandingkan posisi utang pada Desember 2005 sebesar USD860,3 juta. Ditargetkan, keseluruhan restrukturisasi utang tersebut dapat diselesaikan hingga akhir 2009 mendatang.
"Akhir Desember ini kita harapkan bisa selesai semua," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar saat rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Dari jumlah tersebut, sebanyak USD286,9 juta merupakan pinjaman dari ECA dan Commercial Lender USD 95,1 juta juga dari ECA. "Saat ini utang tersebut sudah masuk tahap finalisasi term and agreement-nya, tinggal penandatanganan kesepakatan," tambahnya.
Sementara itu, utang berupa Floating Rate Notes (FRN) sebesar USD131,4 juta akan direstrukturisasi dengan cara pembelian kembali (buy back) pada 15 Desember mendatang.
Sedangkan utang sebesar USD109,6 juta yang merupakan Mandatory Convertible Bond MCB di PT Bank Mandiri, akan dikonversi ke dalam bentuk kepemilikan saham Bank Mandiri. "Untuk itu kita masih menunggu keputusan BI (Bank Indonesia)," jelasnya.
Adapun sisanya merupakan utang dagang ke sejumlah BUMN sebanyak USD103 juta dan utang tersebut telah diperpanjang sesuai dengan kesepakatan masing-masing BUMN.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.